Wednesday, November 30, 2016

Empati Warga Muslim Ciamis, Ribuan Umat Islam Bogor Akan Jalan Kaki Menuju Monas



MC-GMPF - Ribuan umat Islam Bogor Kamis (01/12/2016) pagi ini menggelar aksi jalan kaki menuju Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam 3, Jumat (02/12/2016) besok. Salah satu tujuan long march ini, kata Koordinator Aksi Ustadz Hasri Harahap, adalah sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Muslim Ciamis yang sebelumnya sudah melakukan aksi jalan kaki.

 “Dan tentunya harapan kita agar penista agama bisa ditangkap dan nanti tidak ada lagi yang berani melakukan hal yang sama,” tegasnya. Ia berharap, dengan aksi ini umat Islam semakin kompak dan bersatu.

Rencananya, aksi jalan kaki ini akan dikawal oleh pihak kepolisian Kota Bogor sampai perbatasan Kabupaten Bogor. Selanjutnya akan dilakukan estafet pengawalan oleh pihak kepolisian hingga Monas. Massa long march berkumpul di halaman Masjid Raya Bogor pada Kamis (01/12/2016) pagi. Massa dengan penuh semangat mengikuti aksi long march menuju Jakarta untuk Aksi Bela Islam 3 Jumat (02/12/2016) besok. Aksi berjalan kaki ini akan dimulai pada pukul 09.15 pagi dengan harapan sore atau malam hari nanti sudah sampai ke lokasi tujuan di lapangan Monumen Nasional (Monas). Aksi long march akan diiringi oleh mobil logistik dan ambulan.

Ustadz Hasri Harahap, mengatakan, acara ini diikuti para pemuda hingga orang tua. “Mereka semua ingin menunjukkan sikapnya menentang penistaan agama yang dilakukan Ahok,” ujar Ustadz Hasri  seperti dilansir Islamic News Agency (INA), Kamis (01/12/2016) pagi.

Perjalanan akan dimulai pada pukul 9.15 pagi ini. Titik kumpul di Gedung MUI Kota Bogor, Jl Padjajaran No 10 Kota Bogor. Rute perjalanan melalui Jalan Pemda Cibinong, Jalan Raya Bogor Jakarta, Margonda Depok, Pasar Minggu, Kalibata, Pancoran, Menteng, lalu menuju Monas, Jakarta Pusat.*

Reporter: Syaiful Falah/INA
[Media Center GNPF-MUI]


"Esensi Aksi Bela Islam 3" Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua GNPF-MUI)



Panggilan Aksi Bela Islam 3, Jumat, 2 Desember 2016 tak terbendung. Sejak aksi ini dideklarasikan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI),  penghadangan secara sistematis, terstruktur, dan masif dilancarkan oleh mereka yang tidak ingin Ummat Islam bersatu menyuarakan Keadilan Sosial dan Keadilan Hukum. Mulai dari tudingan politisasi hingga isu makar.

Semua tuduhan itu hanya isapan jempol belaka. Ummat Islam tidak percaya lagi dengan propaganda dan agenda setting semacam itu. Sebaliknya, ummat Islam semakin menguatkan ketaatan dan keterikatan kepada ulama dalam bingkai syariat. Itu terlihat pada aksi Bela Islam 2 dan berlanjut pada Aksi Bela Islam 3.

Melihat gejala Aksi Bela Islam 3 pada tanggal 2 Desember 2016  hakekatnya adalah gerakan ideologi soft Muslim People Power dalam bentuk aksi Super Damai yang digerakkan oleh kesamaan rasa akibat penistaan agama dan Kitab Suci Ummat Islam. Penistaan itu dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, khususnya atas Surat Al-Maidah 51. 

Namun, ini hanya gunung es. Gerakan Bela Islam yang mirip Apel Gabungan Ummat Islam Nasional bahkan Internasional merupakan akumulasi berbagai kasus Ketidakadilan Sosial Indonesia, terutama ummat Islam sebagai pihak yang sering tersudutkan dan ideologinya dinistakan.

Mereka sering tertuduh sebagai pihak yang tidak Nasionalis, Anti Pancasila, tidak pro pada Bhinneka Tunggal Ika, dan lain-lain. Ironisnya, hak-haknya sebagai rakyat kecil terpinggirkan demi kepentingan Pemodal Asing dan Aseng.

Karena itu, Aksi Bela Islam adalah gerakan murni akibat keraguan ummat Islam terhadap penegakan Supremasi Hukum oleh rezim saat ini. Hal itu terbukti dalam kasus penistaan agama oleh BTP, andai tidak ada Aksi Bela Islam 1 masyarakat pesimis Ahok akan diproses hukum, dan andai tidak ada Aksi Bela Islam 2 masyarakat juga pesimis Ahok akan diproses dengan tegas, cepat dan transparan.

Atas dasar lumpuhnya Keadilan Hukum dan Keadilan Sosial inilah maka Aksi Bela Islam 3 disambut secara heroik oleh masyarakat muslim khususnya.

Aksi Bela Islam bukan tanpa target. Selain menguatkan rasa dan barisan Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Islam) dan Ukhuwah Wathaniyah (Persaudaraan Nasionalisme), aksi ini bertujuan untuk mengokohkan Persatuan Ummat Islam yang membawa pada Persatuan Indonesia, mengokohkan Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan nilai-nilai UUD 1945 yang asli.

Yang tak kalah pentingnya juga, aksi ini menuntut Keadilan Sosial dan Keadilan Hukum bagi seluruh rakyat Indonesia serta melawan kekuatan Oligarki yang telah membuat Indonesia terjajah secara politik, ekonomi, sosial, dan hukum. Penjarakan Penista Agama secepatnya!

Konsep acara Aksi Bela Islam 3 adalah unjuk rasa Islami dan Syar’i, walau ada pihak yang berusaha menggembosi bahwa ini bukan unjuk rasa tapi Majelis Zikir dan Doa, namun TUNTUTAN PENJARAKAN PENISTA AGAMA ADALAH TUJUAN UTAMA.

Walau ada upaya pengaburan yang ingin berujung pada pengaburan tujuan utama aksi Super Damai 212, konsep acara 212 adalah konsep Super Damai yang sangat agung dan suci dimana ummat Islam mengadukan nasibnya kepada Allah SWT dalam bentuk zikir, doa, tausiah, dan shalat Jumat secara bersama-sama sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan sosial dan tumpulnya keadilan hukum bagi Pribumi dan terkesan menganakemaskan kaum pemodal Aseng dan Asing yang telah menyuap kaum oligarki elite politik Indonesia .

MERDEKA!!!

Jakarta 1 Des 2016

Bachtiar Nasir,
Ketua GNPF-MUI

__
Sumber: http://www.belaquran.com/2016/12/esensi-aksi-bela-islam-3.html

Tuesday, November 29, 2016

Perang Cyber Semakin Marak

Melihat Fenomena medsos di Indonesia saat ini adalah sangat memprihatinkan berbagai cara memfitnah
manghasut dengan menyebarkan berita palsu atau hoax terus berlanjut walau UU ITE  telah di revisi dan 
diterapkan mulai hari senin(28/11/2016) yang lalu akan tetapi penyebaran berita propaganda , bully dan 
sejenisnya semakin marak apalagi menjelang  demo aksi damai Islam 3 yang diadakan tangal 2 Desember 
2016 mendatang. 
Berbagai berita  yang disebarkan oleh akun tertentu  yang ditujukan untuk penggembosan aksi damai terus
berlanjut tapi kenyataannya berbanding terbalik dengan dunia nyata, malah semakin banyak peserta yang 
ambil bagian kegiatan 2 desember .



Monday, November 28, 2016

KESEPAKATAN GNPF MUI - KAPOLRI: Aksi Bela Islam III Tetap Digelar 2 Desember di Monas



JAKARTA - Setelah menggelar dialog yang difasilitatori MUI dan para Ulama seperti Aa Gym, tercapai kesepakatan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan GNPF MUI bahwa Aksi Bela Islam III tetap diadakan pada Jumat 2 Desember 2016 yang akan dilaksanakan di Lapangan Monas, bukan di Jalan Thamrin-Sudirman.



Habib Muhammad Rizieq Shihab membacakan 5 Kesepakatan dalam konpers yang digelar di kantor MUI yang dihadiri Ketua Umum MUI, Kapolri, Pimpinan GNPF MUI, Aa Gym, dan para ulama.

Berikut 5 Kesepakatan antara GNPF MUI dan Polri:

1. GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada hari Jumat 2 FDesember 2016 dalam bentuk Aksi Unjuk Rasa yang Super Damai berupa Aksi Ibadah Gelar Sajadah dengan tetap mengusung penuntutan aksi agar penistaan agama ditahan.

2. GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa Aksi Bela Islam III akan digelar Dzikir dan Doa untuk Keselamatan Negeri dari jam 08.00 sampai Sholat jumat di Monas, Juga akan diisi taushiah dari ulama dan umara.

3. GNPF MUI sepakat dengan Polri usai sholat Jumat para pimpinan GNPF untuk menyapa,
menyalami para peserta yang akan kembali ke daerah masing-masing. Yang waktunya habis Jumat sampai selesai pulang ke daerah masing-masing.

4. GNPF MUI sepakat dengan Polri perlunya dibentuk Tim Terpadu untuk pelaksanaan kegiatan Aksi 212.

5. Jika ada gerakan pada 2 Desember 2016 diluar kesepakatan ini, maka itu bukan bagian dari Aksi Bela Islam III dan GNPF MUI tidak bertanggungjawab dan pihak Polri yang akan menanganinya.

Tidak ada lagi himbauan-himbauan larangan untuk ikut Aksi 2 Desember, dan harus ditiadakan.

Termasuk tidak boleh juga ada himbauan untuk PO Bus untuk tidak boleh mengangkut peserta Aksi 2 Desember.

Demikian disampaikan Habib Rizieq yang mewakili GNPF MUI.

Posisi IMAM sholat Jumat di Tugu MONAS, jutaan makmum bisa meluber hingga SEMANGGI. Dihadiri ulama-ulama dan juga umaro.

Khotib Jumat: Ketua Umum MUI Almukarom KH Ma'ruf Amin.

AYO HADIRI AKSI BELA ISLAM III JUMAT 2 DESEMBER 2016 DI MONAS.

JADIKAN JUMATAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH INDONESIA.

TAKBIR !!!

Sumber: Live Tv One

Sunday, November 27, 2016

Tito Temui Elemen Aksi Bela Islam III, RDP Komisi III Batal

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunda agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, hari ini, Senin (28/11/2016).Alasannya, hari ini Tito akan menemui beberapa elemen yang akan menggelar Aksi Bela Islam III, pada 2 Desember mendatang. 

RDP III DPR RI dengan Kapolri, yang seharusnya berlangsung hari ini ditunda 5 Desember 2016. Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan surat permintaan penjadwalan waktu kembali yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Syafruddin No.B/5907/XI/2016 tanggal 27 November 2016.

Dijelaskan, penundaan tersebut karena Kapolri selain harus mendampingi presiden Jokowi ke beberapa wilayah. Di samping itu, pada hari ini Kapolri akan bertemu dengan beberapa elemen yang akan melakukan unjuk rasa Aksi Bela Islam III dan menggelar konperensi pers bersama. Sudah ada kesepakatan bahwa pihak kepolisian akan mengeluarkan izin dan memfasilitasi para peserta aksi, Sholat Jumat berjemaah pada 2 Deember. Namun, Sholat Jumat  dilakukan di Lapangan Monas dan sekitarnya, buka di jalan-jalan protokol.

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo tidak mempersalahkan penundaan RDP. Namun demikian, ia tetap akan mempertanyakan mengenai dugaan adanya gerakan makar pada demo aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Bamsoet sapaan akrabnya mengatakan pernyataan Kapolri bahwa ada gerakan makar pada demo,harus diminta penjelasan karena merupakan tuduhan yang seris.
"Kami tentu menyayangkan pertemuan komisi III DPR RI dengan Kapolri tersebut tertunda. Namun kami juga dapat memahami bahwa tugas-tugas mendesak yang harus diselesaikan Kapolri dalam rangka pengamanan unjuk rasa bela Islam III pada 2 Desember 2016 yang akan datang jauh lebih penting," kata Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo, Senin (28/11/2016).

Pengibaran Bendera Cina Langgar UU

Pengibaran bendera negara Republik Rakyat Cina (RRC) oleh PT Wanatiara Persada di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Jumat (25/11/2016) lalu, mendapat tanggapan dari DPR.

Selain soal pengibaran, yang juga dipersoalkan adalah ukuran bendera RRC yang lebih besar dari bendera merah putih.
Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, soal ukuran bendera RRC yang lebih besar dari bendera merah putih bertentangan dengan UU No 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta PP No 40 tahun 1958 tentang bendera kebangsaan Republik Indonesia.
"Ukuran bendera asing harus sama atau seimbang dan tiang yang sama tinggi. Apabila memang terbukti dilakukan dengan sengaja untuk melanggar aturan, itu artinya ancaman kedaulatan, dan kita musti tegas jika kedaulatan terusik. Saya juga mengapresisasi TNI AL yang segera bertindak cepat," kata Sukamta saat dihubungi, Jakarta, Senin (28/11/2016).
Sekretaris Fraksi PKS ini menambahkan, berdasar informasi dari Danrem Babullah Kolonel (Inf) Sachono, pengibaran bendera tersebut sudah mendapat semacam izin dari Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Bupati Halsel Bahrain Kasuba, dan Kapolres Halsel AKBP Z. Agus Binarto.
Dan hal itu diatur dalam PP No. 41 tahun 1958 tentang pengibaran bendera asing bahwa izin pengibaran bendera asing di daerah itu menjadi kewenangan pejabat daerah setempat, seperti Gubernur, Bupati dan Walikota.
Hal ini diatur dalam Pasal 1 ayat (3) Bendera kebangsaan asing dapat pula digunakan pada kesempatan-kesempatan lain dengan izin Kepala Daerah.
"Meskipun begitu, hal-hal menyangkut kedaulatan seperti ini sangat sensitif. Izin pengibaran bendera asing musti dilakukan dengan sangat hati-hati. Sebagaimana diatur pada Pasal 7, Kepala Daerah dapat melarang penggunaan bendera kebangsaan asing, apabila menurut dapat menyebabkan timbulnya gangguan ketertiban dan keamanan umum," tuturnya.
"Apalagi muncul dugaan dan suasana kebatinan di masyarakat bahwa seolah Indonesia mau dikuasai RRC. Dugaan ini muncul karena banyak proyek yang dilakukan bekerja sama dengan RRT. Kemudian tempo hari juga banyak ditemui tenaga kerja asing ilegal asal RRC di negara kita," tambahnya.

Start Pukul 8 Pagi, GNPF MUI Pastikan Aksi 212 Tetap di Jalan Sudirman-Thamrin‎

Panglima GNPF-MUI, ‎Munarman memastikan 'Aksi Bela Islam (ABI)' jilid III pada Jumat (2/11/2016) akan tetap dilakukan di sepanjang Jalan MH Thamrin- Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.‎

Hal itu disampaikan Munarman dalam acara Majelis Taqorrub di Masjid Baiturrahman, Menteng Atas, bertema 'Menuju Aksi Damai 212; Tegakkan Hukum Terhadap Penista Agama dan Pelindungnya, Makar ngga ya.???', di Masjid Baiturrahman, Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (27/11/16)‎.

Munarman menjelaskan, unjuk rasa yang akan diikuti jutaan umat Islam itu akan dimulai pada pukul 08.00 WIB pagi.
Setidaknya, kata dia, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan. Pertama, segera P 21-kan Ahok. Kedua, segera tahan Ahok di tahanan kejaksaan. Dan ketiga, segera limpahkan ke pengadilan.‎
Menurut Munarman, kasus penistaan agama ini merupakan latihan dari Allah SWT untuk menghadapi ujian yang lebih berat.
"Jadi, kalau mau naik kelas, umat Islam harus bersatu dan mengikuti perkataan dari ulama," katanya.(ris)