Jakarta,
Indonesia, 2 Desember 2016 – Hujan
gerimis yang mulai menyiram kawasan Monas, Jakarta Pusat, seakan berpacu dengan
derai tangis umat yang mendengar doa mengharukan dari KH Arifin Ilham. “Kita harus setiap hari membaca Al Qur’an,
karena nanti Al Qur’an lah yang akan menjadi penolong kita,” ujar pemimpin
Majelis Zikir Az Zikra, Sentul, tersebut.
Wakil Ketua MPR, Dr. Hidayat Nur Wahid, dari panggung yang sama
menyatakan dengan lantang, “Orang yang menista Al Qur’an adalah orang yang
mengancam keutuhan NKRI,” lanjutnya.
Sebelumnya panggung sudah diisi dengan
tausiyah dari Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, Wakil Ketua GNPF-MUI KH Zaitun
Rasmin, dan pelantun nada-nada dakwah Opick. Suasana panggung menjadi semakin
syahdu ketika lautan manusia itu melafazkan 10 ayat pertama Surat Al Kahfi yang
dipimpin oleh Syaikh Ali Jaber, yang asli kelahiran Madinah. “Jangan diragukan
kecintaan Syekh Ali Jaber kepada negeri ini, karena kecintaannya kepada Merah
Putih, dan beliau sudah mempunyai paspor Indonesia,” ujar KH Zaitun Rasmin yang
juga merangkap sebagai pembawa acara.
Kawasan Jalan Sudirman sejak kawasan
flyover Jl. Casablanca (KH Abdullah Syafii) di depan Hotel Le Meridien sudah
dipenuhi jamaah yang mengalir menuju Monas. Di depan BNI ’46, arus kendaraan
dialihkan menuju Hotel Shang-ri La atau Manggarai. Polisi menutup arus jalan
kecuali bagi sebagian kecil motor dan mobil jamaah dari berbagai majelis yang
memberikan berbagai jenis konsumsi dan air mineral secara gratis bagi peserta
Aksi Super Damai 212.
Di depan
perempatan Sarinah, seluruh kendaraan bermotor roda dua pun sudah tak
diperbolehkan maju karena lautan massa yang semakin padat. Sampai pukul 10.30 WIB baris-baris shaf
jamaah Shalat Jum’at sudah melewati Hotel Indonesia di sebelah Selatan, dan
melewati Masjid Istiqlal di sebelah Utara.
(02/PR/GNPF)


0 comments :
Post a Comment