Sunday, December 18, 2016

Desak Tahan Ahok, FSI Siap Gelar "Aksi Lempar Jumroh"

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sejumlah aktivis Islam yang tergabung dalam Forum Syuhada Indonesia (FSI) mendesak aparat hukum menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Alasannya, Ahok saat ini telah menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama.
Panglima FSI, Diko Nugroho menegaskan, pihaknya tengah menggalang dukungan untuk menggelar 'aksi lempar jumroh' dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, aksi tersebut untuk mendesak pemerintah agar segera melakukan penahanan terhadap Ahok.
"Jiwa dan raga kami siap untuk merah putih dan agama Islam," ujar Diko saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016).
Diko mengatakan, aksi lempar jumroh merupakan rentetan gerakan bela umat Islam yang dilakukan beberapa kali sebelumnya.
"Lempar jumrah ini merupakan simbol pengusiran iblis, syetan-syetan yang kita maksud adalah mereka perusak, pemecah belah umat islam," jelasnya.
Kendati demikian, Diko belum bisa memastikan kapan aksi tersebut akan dilakukan. Ia hanya menegaskan pihaknya akan menentukan jadwal aksi pada tanggal 25 Desember 2016 besok.
"Setidaknya ada 17 organisasi Islam berbasis laskar siap bergabung. Nantinya saat aksi kita tidak akan membawa simbol atribut masing-masing. Jika nanti ada yang membawa atribut, kami siap bertanggung jawab," tandasnya.

Tuesday, December 6, 2016

KONSOLIDASI SPIRIT 212: SUBUH BERJAMAAH NASIONAL 1212



Mengingat kejadian aksi bela Islam III yang  sungguh luar biasa  di tanggal 2 Desember 2016 yang lalu sangat membekas dihati setiap muslim yang rindu akan kebesaran Islam dan persaudaraan umat Islam. Sehingga ada kerinduan untuk selalu bersama dalam meagungkan Asma Allah , Kitab Suci Alquran, dan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Momen 212 akan menjadi awal momentum kebangkitan Islam di
Indonesia untuk melawan semua kezaliman dan kemaksiatan yang sudah tampak di depan mata dan semakin merajalela. Berawal dari latar belakang dari fenomena yang ada GNPF _MUI  mengajak kaum muslimin untuk selalu menjaga spirit 212 didalam hatinya, dimulai dengan gerakan bangun shubuh karena sholat shubuh itu sangat penting untuk menjaga hati dari segala kemunafikan dan kefasikan. Maka ada gerakan kembali yang dinamakan #SPIRIT 212 dalam bentuk sholat shubuh berjamaah secara nasional. Berikut pengumuman resmi dari eleme GNPF -MUI.

KONSOLIDASI SPIRIT 212: SUBUH BERJAMAAH NASIONAL 1212

Subuh berjamaah Nasional. Berpusat di kota Bandung. Konsolidasi #Spirit212

1. Subuh

    berjamaah Nasional 12.12 (12 Desember 2016) terpusat di kota Bandung. Dihadiri oleh Habib Rizieq     dan ustadz Bachtiar Nasir.

2. Subuh berjamaah 12.12 serentak dilakukan di kota/kab seluruh Indonesia dipimpin oleh Ulama Ulama     setempat.

3. Dzikir doa dan tausiah untuk kemenangan pembela Al Quran dan menghukum penistanya.

sumber:
MEDIA CENTER GNPF MUI

Friday, December 2, 2016

Tiga Kemenangan Besar Di Aksi Super Damai 212

Aksi Bela Islam 3, yang juga disebut ‘Aksi Super Damai’ atau ‘Aksi 212’ ini, sukses terselenggara pada hari Jum’at (02/12). Aksi ini berhasil mengumpulkan jutaan orang dari seluruh penjuru Indonesia yang memenuhi area Monas dan beberapa ruas jalan utama di sekitarnya. Menurut pantauan GNPF-MUI, massa meluber hingga melewati Bundaran HI yang berjarak sekitar dua kilometer dari Monas.



Aksi 212 merupakan kelanjutan dari Aksi Bela Islam 2 yang digelar pada Jum’at (04/11) yang lampau, atau dikenal dengan sebutan ‘Aksi 411’. Tuntutan yang diajukan oleh para peserta aksi masih tetap sama, yaitu agar pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Basuki sebagai tersangka pada Rabu (14/11) silam, namun belum melakukan penahanan. Belum ditahannya Basuki menimbulkan kekecewaan dari banyak pihak, sehingga lahirlah Aksi 212.

Berbeda dengan Aksi 411 yang menggunakan format demonstrasi pada umumnya, Aksi 212 menggunakan pendekatan yang unik. Aksi Super Damai ini terdiri dari kegiatan shalawat, doa, dzikir, taushiyah, dan diakhiri dengan Shalat Jum’at bersama yang diikuti oleh seluruh peserta aksi.

Setidaknya ada tiga hal yang dipandang oleh masyarakat sebagai kemenangan besar dalam Aksi 212 ini.

Pertama, jumlah massa yang melampaui peserta Aksi 411. Jika Aksi 411 diperkirakan telah berhasil mengumpulkan dua setengah juta orang, maka Aksi 212 sebelumnya diperkirakan akan mampu mengumpulkan tiga juta peserta. Jumlah tiga juta itu, menurut Fahmi Salim, M.A., kandidat doktor dari Universitas Al-Azhar, Kairo, “…mengalahkan jumlah makmum pada Shalat Jum’at di Musim Haji.”

Meski angka tiga juta sudah tergolong fantastis, banyak pihak yang memperkirakan jumlah peserta Aksi 212 lebih banyak lagi. Laman situs Republika melansir bahwa berdasarkan perhitungan melalui aplikasi Google Earth, jumlah peserta Aksi 212 diperkirakan dua kali lipat dari Aksi 411.

Kemenangan kedua adalah keberhasilan panitia Aksi Super Damai untuk menggelar aksi yang benar-benar damai dan sejuk. Jika pada aksi demonstrasi umumnya peserta berdiri dan berjalan, maka pada aksi kali ini peserta lebih banyak duduk, berdoa, berdzikir dan mendengarkan taushiyah. Panitia aksi juga berhasil mencegah terjadinya provokasi dan penyusupan sehingga acara berlangsung secara kondusif.

Hal ini menepis prasangka bahwa seluruh rangkaian Aksi Bela Islam dilakukan untuk tujuan-tujuan politis, misalnya untuk kepentingan Pilkada DKI. “Dialah (Basuki-red.) yang sebenarnya mengganggu keutuhan NKRI dengan ucapannya. Sama sekali tak ada hubungan dengan Pilkada DKI,” ujar Dewan Pembina GNPF-MUI, Habib Rizieq Shihab.

Kemenangan ketiga adalah fakta bahwa semua pencapaian dalam Aksi 212 di atas terlaksana meski banyak hadangan. Aksi paling heroik ditunjukkan oleh para peserta aksi dari Ciamis, Jawa Barat. Sebanyak 700 orang yang terdiri dari para pemuda dan santri berangkat dari Ciamis dengan berjalan kaki karena ditengarai semua perusahaan bus telah dilarang menyewakan kendaraannya untuk Aksi 212.

Aksi long march dari Ciamis ini menuai banyak simpati di sepanjang perjalanan. Sambutan meriah diberikan oleh warga Bandung dan kafilah ini disambut langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pada Rabu (30/11) silam. Dalam perjalanan, jumlah peserta kafilah terus bertambah hingga menjadi tiga ribu orang. Bersimpati kepada kafilah Ciamis, ribuan warga Bogor pun berangkat dengan berjalan kaki pada hari Kamis (01/11) menuju Jakarta.

Di luar peserta aksi yang hadir dalam jumlah fantastis tersebut, sebenarnya masih banyak orang lain yang ingin menghadiri Aksi 212, namun dihalangi oleh berbagai cara. “Ada banyak peserta aksi dari Muhammadiyah yang dicegah untuk hadir dari berbagai daerah,” ujar Mashuri Mashuda, Koordinator Nasional Komando Kawal Al-Maidah (KOKAM).

Sebelumnya, pada Kamis (01/11) juga beredar kabar bahwa sejumlah bis yang sedianya akan ditumpangi oleh para santri Daarut Tauhiid (DT) Bandung membatalkan kesediaannya mengangkut peserta Aksi 212. Meski demikian, semua hal itu tidak menghalangi berkumpulnya jutaan masyarakat dalam Aksi Super Damai di Monas.

Oleh Akmal,  M.Pdi.

Ceramah Habib Rizieq: Penistaan Agama Adalah Penghancuran Terhadap NKRI

Jakarta, Aktual.com – Imam Besar Front Pembela Islam Habib Riezieq Shihab menjadi khatib jumat pada aksi bela islam III. dalam ceramahnya, Habib Riezieq berpesan kepada seluruh umat muslim Indonesia untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.

“Taqwa tidak lain adallah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, semata-mata hanya untuk mendapat ridho Allah,” ujar Riezieq, di silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
Ia mengingatkan kepada umat muslim bahwa senantiasa menjalankan perintah Allah dan RasulNya.
“Tancapkan dalam diri kita bahwa hukum Allah diatas segalanya. Tidak ada hukum yang lebih adil dari hukum Allah,” kata dia.
Dalam surat Al Maidah ayat 49 ayat Allah menyatakan berhukumlah dengan apa yang diturunkan oleh Allah, yakni dengan Al-quran.
Oleh karenanya Riezieq mengingatkan bahwa jangan coba mengolok-olok Al-Quran, karena bagi umat islam Al-Quran berada diatas segalanya.
“Al-quran merupakan jantungnya islam, jadi jangan coba mengolok-olok Al-Quran,” kata Riezieq
Pada sholat Jumat yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah menterinya ini, Riziqe mengatakan bahwa hadirnya jutaan umat muslim janganlah diartikan untuk merusak NKRI dan bukan untuk merusak pancasila.
“Saya sampaikan kepada ulama dan umara, khususnya kepada bapak Presiden bahwa mereka (Umat Islam) datang untuk membela Al-quran, mereka datang untuk membela agama, mereka datang untuk menegakan hukum, justru mereka datang karena cinta kepada NKRI, berdasarkan pancasilan dan UUD 45,” kata dia.
Riziqe menyampaikan kepada ulama, anggota DPR, dan Presiden Joko Widodo penegakan hukum harus menjamin setiap agama yang ada di Indonesia tidak boleh dinistakan.
“Siapapun manusianya yang menistakan agama apapun mereka harus ditahan, mereka harus ditangkap, mereka harus diseret ke pengadilan, dan harus dihukum yang berat,” tegas dia.
Pasalnya ia menegaskan, satu saja penista agama dibiarkan maka kedepan semua agama dengan mudah dapat dinistakan. Penistaan agama, lanjut Riziqe bukan keberagaman dan kebhinekaan.
“Penistaan agama adalah pelanggaran hukum, penghancuran NKRI, penghancuran Bhineka Tunggal Ika,” kata dia.
Terakhir, Riezieq mengajak umat muslim untuk menjaga NKRI dan menghormati seluruh agama yang ada di Indonesia.” Indonesia damai tanpa penista agama, indonesia damai tanpa liberalisme,” kata dia.

Aksi Bela Islam Diduga Disusupi Minuman Gelas Beracun


Jakarta- Jutaan massa dari peserta aksi telah disusupi puluhan kardus minuman gelas ale-ale dan jenis teh yang diduga telah sengaja diracuni untuk sabotase aksi Bela Islam Super damai.
Awal diketahui bermula diantara peserta aksi yang meminum minuman ringan tersebut (minuman gelas plastik kemasan) merasa aneh dan pahit. Lalu ditemukan sedikit isolatif bening di pinggiran gelas tersebut.

Ketika isolatif tersebut dicabut, seketika air dari dalam gelas plastik memancar keluar melalui lobang sebesar Jarum injeksi yang semula tertutup oleh isolatif tersebut.
Melihat kejanggalan itu, suasana menjadi heboh dan didapati pada gelas-gelas yang lain juga ditemukan lobang yang ditutupi isolatif bening. Diantara peserta aksi berspekulasi bahwa minuman itu sengaja disusupi untuk mempengaruhi emosional peserta aksi menjadi tak terkendali dengan harapan merusak aksi super damai.
Selanjutnya minuman gelas yang telah tersebar diantara massa aksi, ditarik kembali dan dibawa ke tim relawan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).
Oleh tim BSMI, langsung dilakukan uji lab sederhana, namun hasil sementara dipastikan cairan itu tidak tercemar kandungan Sianida dan Arsenik.
Lebih lanjut puluhan kardus minuman gelas itu diamankan sebagai barang bukti dan beberapa gelasnya disimpan sebagai sampel untuk uji lab yang lebih lanjut
“Hasil cek di lapangan, belum diketahui kandungan racunnya, namun dipastikan bukan Sianida dan Arsenik. Kita akan selidiki lebih lanjut kandungan mikrobiologi apa yang telah dimasukkan,” kata Bambang Edi yang merupakan bagian dari tim BSMI.
Melihat kejanggalan itu, suasana menjadi heboh dan didapati pada gelas-gelas yang lain juga ditemukan lobang yang ditutupi isolatif bening. Diantara peserta aksi berspekulasi bahwa minuman itu sengaja disusupi untuk mempengaruhi emosional peserta aksi menjadi tak terkendali dengan harapan merusak aksi super damai.
Selanjutnya minuman gelas yang telah tersebar diantara massa aksi, ditarik kembali dan dibawa ke tim relawan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).
Oleh tim BSMI, langsung dilakukan uji lab sederhana, namun hasil sementara dipastikan cairan itu tidak tercemar kandungan Sianida dan Arsenik.
Lebih lanjut puluhan kardus minuman gelas itu diamankan sebagai barang bukti dan beberapa gelasnya disimpan sebagai sampel untuk uji lab yang lebih lanjut
“Hasil cek di lapangan, belum diketahui kandungan racunnya, namun dipastikan bukan Sianida dan Arsenik. Kita akan selidiki lebih lanjut kandungan mikrobiologi apa yang telah dimasukkan,” kata Bambang Edi yang merupakan bagian dari tim BSMI.
sumber: actual.com

Thursday, December 1, 2016

ZIKIR MENGUKIR KAWASAN MONAS

Jakarta, Indonesia, 2 Desember 2016 –  Hujan gerimis yang mulai menyiram kawasan Monas, Jakarta Pusat, seakan berpacu dengan derai tangis umat yang mendengar doa mengharukan dari KH Arifin Ilham.  “Kita harus setiap hari membaca Al Qur’an, karena nanti Al Qur’an lah yang akan menjadi penolong kita,” ujar pemimpin Majelis Zikir Az Zikra, Sentul, tersebut.  Wakil Ketua MPR, Dr. Hidayat Nur Wahid, dari panggung yang sama menyatakan dengan lantang, “Orang yang menista Al Qur’an adalah orang yang mengancam keutuhan NKRI,” lanjutnya.



    Sebelumnya panggung sudah diisi dengan tausiyah dari Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, Wakil Ketua GNPF-MUI KH Zaitun Rasmin, dan pelantun nada-nada dakwah Opick. Suasana panggung menjadi semakin syahdu ketika lautan manusia itu melafazkan 10 ayat pertama Surat Al Kahfi yang dipimpin oleh Syaikh Ali Jaber, yang asli kelahiran Madinah. “Jangan diragukan kecintaan Syekh Ali Jaber kepada negeri ini, karena kecintaannya kepada Merah Putih, dan beliau sudah mempunyai paspor Indonesia,” ujar KH Zaitun Rasmin yang juga merangkap sebagai pembawa acara.

    Kawasan Jalan Sudirman sejak kawasan flyover Jl. Casablanca (KH Abdullah Syafii) di depan Hotel Le Meridien sudah dipenuhi jamaah yang mengalir menuju Monas. Di depan BNI ’46, arus kendaraan dialihkan menuju Hotel Shang-ri La atau Manggarai. Polisi menutup arus jalan kecuali bagi sebagian kecil motor dan mobil jamaah dari berbagai majelis yang memberikan berbagai jenis konsumsi dan air mineral secara gratis bagi peserta Aksi Super Damai 212.



Di depan perempatan Sarinah, seluruh kendaraan bermotor roda dua pun sudah tak diperbolehkan maju karena lautan massa yang semakin padat.   Sampai pukul 10.30 WIB baris-baris shaf jamaah Shalat Jum’at sudah melewati Hotel Indonesia di sebelah Selatan, dan melewati Masjid Istiqlal di sebelah Utara.   (02/PR/GNPF)

Wednesday, November 30, 2016

Persiapan aksi belas Islam 3 besok,2-12-16: Arahan Media Centre GNPF-MUI

AKSI BELA ISLAM ADALAH AKSI JAGA NKRI DAN NUSANTARA
YANG MENUNTUT KEADILAN MERUPAKAN PENJAGA NKRI YANG PALING SERIUS



Modal : 
ikhlaskan niat, taat komando, jaga ukhuwah.

Ajak saudara, teman, dan keluarga sebanyak-banyaknya untuk dapat menghadiri aksi 212 ini
Arahan Teknis GNPF-MUI :
1. Terdapat tiga Pintu masuk Utama area monas, dimana satu pintu arah Tenggara yang mengarah ke jalan Medan Merdeka Selatan atau menghadap ke arah Kedutaaan Besar Amerika ditujukan untuk pintu Akhwat.
2. Seluruh acara akan berlangsung di bawah komando panggung Utama dengan pengeras Suara yang akan tersebar
3. Posisi Akhwat, Orang tua di sarankan berada didalam monas
4. Yang perlu disuarakan selama aksi
- menyuarakan desakan utk  #TahanAhok serta diharapkan menyiapkan spanduk dan poster dengan isi yang sama. 

Info Umum :
1. Jalan Merdeka Barat akan ditutup. 
2. Jembatan penyebrangan di dekat Indosat akan di tutup
3. Tidak boleh ada jamaah di bagian tengah monas dan berbagai area taman yang ada. 
4. Terus waspada akan adanya upaya provokasi dan ancaman anarkistis. 
6.Tidak diperkenan kan untuk mobilisasi mobil komando lain selain Mobil resmi panitia GNPF-MUI 
7. Sepanjang thamrin sudirman ada 4 mobil pengeras Suara,  yang akan melakukan system relay agar terdengar.
8. Jika ada mobil komando dari ormas yang ingin berpartisipasi harus dalam koordinasi Panitia GNPF-MUI untuk didaftarkan pada hari Kamis bada magrib. 
11. Seluruh rangkaian acara akan berjalan berupa Sambutan para Tokoh,  tausiah serta menyuarakan tuntutan akan keadilan akan berlangsung mulai 08.00-11.42

Yang harus dibawa :

1. Makanan dan air minum
2. Sajadah
3. Air untuk wudhu (bawa botol mineral atau botol spray untuk memudahkan wudhu)
4. Jas Hujan
5. Kacamata apa aja
6. Masker
7. Odol berbentuk gel-yg mengandung banyak air (contoh : close up)
8. Obat-obatan Pribadi
9. Pakaian ganti, jika ingin membawa
10. AlQuran
11. Plastik sampah pribadi

                     





























Panduan Teknis Akhwat :
1. Akhwat masuk melalui pintu Tenggara dekat dengan stasiun Gambir 
arah Medan Merdeka Selatan di depan Gedung Kedutaan Amerika.
2. Akhwat di sarankan mengikuti seluruh rangkaian acara sampai dengan sholat Jum'at
3. Akhwat memakai pakaian baju Hitam dengan kerudung putih
4. Akhwat diperkenan membawa berbagai atribut aksi dengan tulisan yang tetap menyampaikan pesan yang kuat tentang
Penegakan hukum yang berkeadilan, menjaga persatuan ummat dan ketaatan akan kepemimpinan Ulama
5. Akhwat yang membawa kendaraan dapat parkir kendaraan di area Mesjid Istiqlal, lapangan benteng dan terjauh ke arah Kemayoran.
6. Seluruh area taman dan rumput di upayakan tidak dipakai utk ibadah.

Info lain-lain :

1. Jika area monas sdh tidak menampung Jamaah akhwat maka shaf akan diarahkan sampai ke area Tugu Tani
2. Titik Evakuasi Akhwa ke arah pintu Gambir darurat ke Utara menuju ke RSCM


Catatan
 :
1. Posko Medis dan Logistik : Lapangan IRTI
2. Pintu darurat : Pihak medis pemerintah : di titik2 medis dan ambulance dari pemerintah
3. Rute yg dari luar kota, dari Bannten turun di tomang terus ke harmoni, langsung veteran dan diturunkan ke istiqlal. 
4.Tempat parkir akan disekitar area Istiqlal dan Lapangan Banteng atau sampai titik terjauh di arah Kemayoran.
Satukan komando juga dengan Selalu like-comment-share dari akun resmi GNPF-MUI 

sumber : www.belaquran.com  Media centre  GNPF-MUI & citizen journalist report