Tuesday, December 20, 2016

Generasi Muda Harus Lanjutkan Perjuangan Menegakkan Wawasan Nusantara

CATATAN KHUSUS --- Prof. Dr. Hasjim Djalal adalah lulusan University of Virginia, Amerika Serikat (AS) pada 1959 dengan penelitian atas Timur Tengah dan negara berkembang dalam disertasi berjudul Eisenhower Doctrin in The Middle East. Keberadaan Hasjim untuk mengenyam pendidikan di AS adalah atas usaha sendiri dengan biaya sendiri pula dengan bekerja serabutan di perkebunan maupun restoran di negeri Paman Sam tersebut.


       
      Prof. Dr. Hasjim Djalal

Konsep perjuangan dan cara pandang akan wawasan Nusantara sudah lahir sejak 1957. Kala itu, keadaan negara memang sedang dalam pergolakan hebat. Terjadi hal-hal yang mengganggu ketenangan dirinya dalam belajar di luar negeri. Gerakan-gerakan kedaerahan yang menimbulkan konflik bersenjata di Sumatera, Sulawesi, dan lain-lainnya di Indonesia sudah melibatkan kekuatan-kekuatan asing. Salah satu contoh kala itu adalah di Sulawesi Utara, ada kapal terbang AS yang kemudian melakukan tindakan-tindakan militer.
“Saya tidak bisa menghubungi keluarga di dalam negeri karena kendala komunikasi maupun kendala-kendala politis akibat konflik,” kenang Hasjim. Namun dari keadaan itulah muncul cara pandang wawasan Nusantara dari dirinya dengan sebuah kalimat pertanyaan how to identify Nusantara? Sampai akhirnya membawa dirinya bersama Mochtar Kusumaatmadja menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah Deklarasi Djuanda.

Perjuangan Hasjim Djalal bersama Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan wawasan Nusantara sejak Deklarasi Djuanda pada Desember 1957 terus berlanjut. Tercatat untuk Hasjim seorang diri saja, ia sudah mengemban tugas negara dengan berkeliling ke 82 negara di seluruh benua dunia demi menegakkan wawasan Nusantara Indonesia di mata dunia. Mulai dari ke negara-negara baru di kawasan Afrika yang tidak mengerti akan hukum laut karena tidak memiliki wilayah laut, sampai ke negara-negara Amerika Selatan yang sudah memiliki doktrin teritorial batas laut sejauh 200 mil dan dikenal dengan ECP Countries, yakni Ekuador, Chili, dan Peru.

Salah satu kenangan tak terlupakan bagi Hasjim adalah saat ia beserta delegasi Indonesia menghadiri Konvensi Hukum Laut di Jamaika pada 1974. Kapasitas kehadiran delegasi Indonesia adalah memperjuangkan wawasan Nusantara sebagai sebuah kesatuan utuh tak terpisahkan, serta tidak dikurangi sedikitpun. Awalnya, Inggris mengusulkan maksimum hanya boleh 24 mil saja, dan Indonesia menolak mentah-mentah batasan laut seperti itu. Indonesia ingin semua tergantung pada kepentingan serta keadaan geografis Indonesia.

Lalu, AS mengusulkan naik menjadi 24 mil, dilanjutkan Inggris dengan 48 mil, bahkan sampai tahapan 80 mil saja Indonesia masih menolak mentah-mentah usulan negara-negara tersebut. Sampai suatu ketika, disebabkan kebuntuan tersebut, diadakan kembali Internal Discussion antara kedua negara tersebut dengan Indonesia. Di situlah, Indonesia melalui Hasjim Djalal, menegaskan dengan keras bahwa Indonesia bukan datang untuk mendiskusikan kepentingan AS dan Inggris, melainkan untuk mendiskusikan kepentingan Indonesia, yaitu menegakkan wawasan Nusantara bagi dunia internasional. Jika kepentingan AS dan Inggris adalah untuk kebebasan pelayaran kapal dan lain sebagainya, itu dianggap Indonesia sebagai kepentingan mereka berdua dan bukanlah kepentingan Indonesia.
Akibat perkataan itu, delegasi AS melakukan walk out dari ruangan. Saat itu, Mochtar Kusumaatmadja panik, lalu mendatangi Hasjim sambil bertanya, apa yang sebenarnya dikatakan Hasjim sehingga membuat berang delegasi AS tersebut?
“Saya santai katakan kepada Mochtar bahwa kebetulan saya orang Padang. Jadi, saya hanya menggunakan cara negosiasi orang Padang, yaitu dengarkan terlebih dahulu serta hargailah pendapat semua orang. Tapi, sebisa mungkin pendapat kami yang digunakan pada akhirnya,” begitu jawab saya kepada Mochtar. Ia dan Hasjim akhirnya hanya tertawa berdua. Mendengar seloroh Hasjim, seluruh ruangan Kuliah Umum dan Seminar Wawasan Nusantara di Museum Nasional Jakarta, Sabtu (17/12/2016), sontak tertawa geli.

Kisah-kisah bagaimana perjuangan seorang Hasjim Djalal bersama rekannya Mochtar Kusumaatmadja dalam menegakkan sekaligus menginformasikan cara pandang bangsa Indonesia akan wawasan Nusantara seharusnya bisa melecut seluruh bangsa Indonesia untuk memahami wawasan Nusantara itu sendiri sebagai satu kesatuan utuh yang meliputi seluruh wilayah mulai sejauh mata memandang di atas bumi, ke bawah bumi Indonesia, sampai ke atas langit Indonesia. Perjuangan Hasjim bahkan sudah mencapai menuntut hak Indonesia hingga GSO atau Geo Stationary Orbit ke PBB. GSO maksudnya adalah selama orbit di angkasa tetap berputar mengikuti bumi dan tetap berada di atas daerah tertentu. Jaraknya bisa mencapai 13.000 kilometer. Banyak satelit menggunakan fungsi tersebut dan negara-negara di Pasifik Selatan serta negara lainnya sudah menggunakan fungsi satelit untuk hal tersebut (GSO). 

Namun, wacana itu akhirnya mentah, karena Indonesia menyadari, pesawat terbang yang dimiliki saja, seperti pesawat tempur Indonesia yang ada, baru bisa mencapai ketinggian 60.000 kaki dari permukaan tanah. Lalu, bagaimana bisa mencapai 100 mil ke atas atau sampai 13.000 kilometer ke atas untuk memenuhi standar GSO tersebut? Ternyata, pertanyaan how far can you go and control up there? menghentikan Indonesia memperjuangkan hal itu di tengah jalan.

Oleh karena itulah, berdasarkan kisah sejarah perjuangan menegakkan sekaligus mempertahankan wawasan Nusantara yang sudah dilakukan selama ini, tugas para generasi penerus bangsa tinggal bagaimana mempertahankan wawasan Nusantara atau melanjutkan wawasan Nusantara tersebut menyentuh batas maksimum yang diinginkan seluruh bangsa Indonesia sejak dahulu.

“Intinya adalah dahulu saya katakan dengan tegas kepada dunia bahwa laut ini punya kami sehingga ada kepentingan dan hak kami di situ. Namun begitu, seluruh samudera di dunia ini juga ada kepentingan kami di sana, jadi harus kami perjuangkan juga sampai titik darah penghabisan. Sudah tugas generasi sesudah kami untuk memanfaatkan dan memelihara semua itu untuk kepentingan NKRI dan seluruh bangsa Indonesia, tetap utuh dalam wawasan Nusantara untuk sebesar-besarnya digunakan bagi kemakmuran rakyat Indonesia,” lanjut Hasjim.


Lanjut Hasjim, jika generasi sekarang mampu berpikir sejauh kami dan lebih jauh dari kami, yakinlah bangsa Indonesia akan terbang jauh di atas bangsa-bangsa lain di dunia ini. Yakinlah bangsa Indonesia bukan hanya menjadi bangsa dengan negara yang selalu ribut sendiri di dalam negeri. Melainkan menjadi bangsa yang tekun dalam berusaha serta berjuang tanpa tergoda hal-hal yang tidak relevan bagi perjuangan.


“Generasi muda juga harus memahami relevansi hal-hal yang dilakukan, terutama jka menyentuh cara pandang akan wawasan Nusantara yang harus memiliki visi tiga dimensi tersebut,” pungkas Hasjim.


Tangkal TKA Ilegal, Kemenaker Perketat Pengawasan


MADIUN  -  Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemenaker) mengawasi ketat tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia guna mengantisipasi adanya tenaga kerja asing ilegal atau tidak resmi.


Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Hanif Dhakiri saat Peresmian dan Peletakan Batu Pertama Perumahan TKI Murah di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (20/12/2016), menyatakan akan menindak tegas bagi pekerja asing ilegal yang masuk ke Indonesia.

"Kemenaker akan mengawasi keberadaan para pekerja asing tersebut. Jika ada yang melanggar ataupun ilegal, maka akan ditindak tegas sesuai aturan," ujar dia di Madiun kepada wartawan.

Menurut dia saat ini jumlah tenaga kerja asing legal di Indonesia mencapai 74.000 orang. Jumlah tersebut yang terdaftar secara resmi di Kemenaker hingga bulan November 2016.

Banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, membuat Pemerintah RI terus melakukan skema pengendalian dengan aturan dan syarat untuk bekerja di Indonesai bagi warga negara asing.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pengawas kantor Imigrasi di seluruh Indonesia, Polri, dan pemerintah daerah untuk memantau para kerja asing tersebut.

"Keterlibatan petugas Imigrasi, Polri, dan pemda juga bertujuan untuk mengantisipasi adanya tenaga kerja asing ilegal di wilayah Indonesia," kata dia.

Pihaknya tidak memungkiri, jumlah puluhan ribu tenaga kerja asing di dalam negeri tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri yang mencapai jutaan orang.

Untuk itu, ia meminta kepada para TKI yang bekerja di luar negeri untuk mengurus izinnya dengan benar sehingga tercatat sebagai tenaga kerja asing legal. Hal itu terutama berlaku bagi TKI informal di luar negeri.

Sebab, status legal dalam bekerja di luar negeri akan menguntungkan tenaga kerja bersangkutan jika sewaktu-waktu terjadi risiko dalam pekerjaan.

Pembunuh Dubes Rusia Sempat Teriak "Jangan Lupakan Aleppo"


JAKARTA  - Pembunuh Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov  diidentifikasi sebagai agen polisi berusia 22 tahun bernama Mevlut Mert Altintas. Saat melakukan aksinya, dia sempat berteriak "Jangan lupa Aleppo! Jangan lupa Suriah!" sebelum menembak mati Karlov yang berada tepat di depannya.




Altintas sendiri tewas dilumpuhkan pasukan khusus Turki.


Altintas terekam menembak mati sang dubes Rusia dari belakang dengan pistol semiotomatisnya ketika korbannya sedang meresmikan pameran foto.

Para pejabat Turki berkilah Altintas saat itu tidak sedang bertugas.

Setelah menembak dubes didahului teriakan dalam Bahasa Turki "jangan lupakan Aleppo", Altintas juga mengancam para wartawan yang sedang mengabadikan peristiwa itu.

"Mundur! Mundur! Hanya kematian yang bisa mengeluarkan saya dari sini. Siapa pun yang punya peran dalam penindasan (di Suriah) akan mati satu per satu," kata Altintas.

Ketika situasi semakin kacau, Altintas berteriak 'Allahu Akbar'.

Kementerian dalam negeri Turki sendiri sudah membenarkan si penembak adalah polisi yang bekerja pada unit polisi anti huru-hara di Ankara dalam dua setengah tahun terakhir.

Mevlut Mert Altintas kelahiran 1994 seorang anggota polisi antihuruhara Turki .Ayahnya, Esrafil, ibunyar Hamidiye, dan adik perempuannya, Seher Ozeroglu, yang bekerja di sebuah butik pakaian, ditangkap di kota Soke, Provinsi Aydin.


Semasa muda Altintas aktif dalam partai AKP yang merupakan asal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan kemudian kemungkinan punya kaitan dengan Front Nusra yang menjadi salah satu penentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Seorang saksi menceritakan bahwa Altintas berpakaian sangat rapi dengan jas hitam dan dasi serta berdiri tepat di belakang dubes Rusia itu ketika sang dubes berbicara.

"Dia mencabut senjatanya dan menembak duta besar dari belakang. Kami menyaksikan dia tumbang di lantai dan kemudian kami berlarian," kata saksi mata itu dalam laman Daily Mail.

Wali Kota Ankara Melih Gokcek memperkirakan penggunaan slogan Islam oleh si penembak kemungkinan adalah untuk mengambinghitamkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini.  Dia bahkan menilai si penembak memiliki kaitan dengan kelompok Fethullah Gulen yang dituding berada di balik kudeta gagal 15 Juli silam. (plt/ant)
sumber:teropongsenayan.com


Selama 2016, Sudah 1,3 Juta Warga China Masuk ke Indonesia

JAKARTA --Inilah pengakuan Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie. Menurut dia China merupakan negara paling tinggi yang masyarakatnya masuk ke Indonesia sepanjang 2016 ini. Berdasarkan data, dia menyebut lebih dari satu juta warga China masuk ke Indonesia dengan berbagai keperluan, mulai dari kunjungan wisata hingga bekerja.

"Jumlah yang masuk selama 2016, China terbanyak yakni 1.329.857 orang. Angka itu 15,60 persen dari warga asing yang masuk ke Indonesia selama 2016. Angka ini tercatat sampai 18 Desember 2016," kata Ronny saat berbincang dalam acara Apa Kabar Malam, tvOne, Senin malam, (19/12/2016).
Ronny mengungkapkan, China merangsek ke posisi pertama, setelah sebelumnya Singapura menduduki paling tinggi pertama warganya yang masuk ke Indonesia pada 2015 lalu. "Pada 2015, Singapura pertama dengan 1.439.500 orang, China pada 2015 di posisi kedua," kata Ronny.
Dari catatannya, ada kenaikan sebanyak dua persen warga China yang masuk ke Indonesia jika dikaitkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Banyak yang berubah, ini mungkin karena ada kemudahan masuk, ada pula visa bebas kunjungan, dan perubahan itu sangat intens, termasuk adanya pekerja China," kata dia.
Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, mempertanyakan angka besar warga China yang masuk ke Indonesia. Meski di satu sisi berdampak pada naiknya sektor wisata, namun ada masalah lain saat para warga China yang datang juga bekerja di Indonesia. Ini alasan Komisi IX DPR membentuk Panitia Kerja (Panja).
"Kami membentuk panja, dari hasil panja menyebutkan jika ini ada permasalahan besar, isu besar soal China. Ini bukan soal wisata, tapi berdampak pada persoalan pekerja, ini tanggung jawab siapa?" kata Dede Yusuf.
Dia mengatakan, China memiliki jumlah penduduk sebesar 1,4 miliar. Sebanyak 400 juta diantaranya kini berstatus menganggur. Hal ini lah yang perlu dicermati di mana pemerintah dinilai justru mempermulus pekerja China berdatangan ke Indonesia lewat kerja sama yang dilakukan pemerintah.
"Jika kerja sama Indonesia dengan China berniat akan mendatangkan investor baru, membawa dampak ekonomi positif buat Indonesia, harusnya Indonesia yang diuntungkan. Ini kan jadi timbul masalah lain," kata dia.
Dede mengungkapkan dulu ada Permenaker yang kini sudah dicabut pemerintah. Disebutkan di aturan tersebut, masuk Indonesia) harus bisa berbahasa Indonesia, lalu level supervisor ke atas, dan didampingi 10 tenaga kerja Indonesia, dan ini sudah dicabut.
"Filter-filter ini sudah dicabut, ini jadi masalah baru." (ris/dbs)

Meresahkan, Ahli Politik LIPI Heran Pemerintah Diam Atas Serbuan Warga Cina

JAKARTA -- Peneliti Utama Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro meminta pemerintah menjelaskan berbagai isu yang berkembang luas di masyarakat tentang serbuan dan masalah warga negara Cina di tanah air. Sebab, jika pemerintah diam akan dianggap membiarkan atau bahkan malah bisa dianggap sebagai pihak yang membuat persoalan itu.

“Pemerintah diam saja padahal banyak isu yang sangat serius yang berkembang sangat luas saat ini seperti soal tenaga kerja kasar dari Cina, soal wisatawan dari Cina, soal pembangunan perumahan untuk orang-orang Cina, masuknya narkoba melalui kontraktor pembangunan Cina, soal e ktp yang bisa dipalsukan, termasuk isu masuknya paham komunis Cina ke indonesia. Jika masyarakat menuduh pemerintah membiarkan saja sudah berbahaya apalagi jika berkembang isu bahwa justru pemerintah lah yang melakukannya,” ujar Siti di Jakarta, Selasa (20/12/2016).
Siti prihatin karena semua pihak yang memiliki tanggungjawab untuk menjelaskan kepada rakyat saat ini semuanya diam. Padahal, menurut dia, seharusnya Menkumham bisa menjelaskan berapa banyak turis Cina yang masuk ke Indonesia, berapa banyak yang bekerja di Indonesia. Menakertrans juga seharusnya bisa menjelaskan berapa banyak tenaga kerja legal dan ilegal dari Cina. Begitu  juga menlu  harus bisa menjelaskan bagaimana hubungan Cina dan Indonesia.
"Sejauh mana juga isu peperangan kepentingan kapitalisme lama seperti Amerika melawan kapitalisme baru seperti Cina yang ada di Indonesia. Jubir pemerintah pun diam saja,” tegasnya.
Profesor Riset ini prihatin karena pembangunan saat ini tidak lagi berpihak pada bangsa sendiri. Dia pun prihatin karena bangsa yang besar ini tidak memiliki saringan atau filter terhadap apapun pengaruh dari asing.
”Gak usah jauh-jauh, kalau kita mau masuk Singapura saja, muka petugas imigrasinya tidak bersahabat. Masak masuk Indonesia yang adalah negara yang jauh lebih besar dari Singapura semua bebas masuk tanpa filter?Perbatasan baik di darat, laut dan udara harus dijaga ketat,” imbuhnya.
Sebenarnya menurut Siti, TNI bisa berperan aktif untuk menangkal masuknya orang-orang asing ilegal tersebut karena itu juga menjadi tupoksi TNI menjaga kedaulatan.
”TNI juga bisa aktif untuk menjaga pertahanan negara dari ancama luar, khusus dalam konteks isu itu meski bukan petugas imirangarsi, bukan menkumham, TNI harus bisa menjaga pertahanan negara dari infritasi dari luar. TNI harus ikut bertanggungjawab karena masalah keamanan bukan hanya masalah senjata, tapi juga ideologi, manusia, termasuk soal masuknya virus cabai. Lebih baik kita antisipatis daripada harus mengobati jika sudah terjadi. Mumpung ancaman sudah terendus sekarang harus ada solusi, jangan sampai meledak, terlebih ada moment pilkada serentak,” tegasnya.
Dia pun melihat ironi ketika saat ini banyak anak bangsa yang bekerja di luar negeri sebagai TKI dan TKW atau buruh kasar, bangsa ini justru membiarkan tenaga-tenaga kerja kasar dari Cina bekerja di Indonesia. Padahal banyak TKI dan TKW kita didzalimi di luar negeri. “Ditengah persoalan TKI dan TKW kita menghadapi penyiksaan oleh majikan di luar negeri, kita saat ini seolah dengan sangat santai memasukkan tenga kerja unskil.Ini masalah kedaulatan yang harus dijaga. Sekarang mana Trisakti itu?Kedaulutan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkebudayaan?,” ujarnya heran.
Pembiaran oleh pemerintah menurutnya akan sangat merugikan Indonesia, karena dengan hal ini maka dunia akan tahu bahwa negara ini betul-betul tidak berdaya dan lemah dalam penegakan hukum yang bisa dimanfaatkan oleh orang luar untuk menyerbu indonesia. “Semua ini mengancam kita baik dari segi keamanan, stabilitas, ekonomi, ideologi, budaya, politik, sosial dan lain-lainnya.Intinya semua aspek kehidupan,” katanya lagi.
Saat ini kesadaran dari pemerintah sebagai eksekutor sangat diperlukan karena menurutnya pemerintahan saat ini sudah tidak memiliki kontrol untuk apapun yang dilakukannya. DPR yang diharapkan sebagai lembaga demokrasi yang memiliki 3 fungsi seperti pengawasan, anggaran dan legislasi pun tumpul dan tidak bisa melakukan fungsinya dan check and balance yang diharapkan pun tidak ada.
”Seharusnya ketika pemerintah memberikan penjelasan yang tidak bisa diterima atau ketika pemerintah diam saja, DPR bisa mengajukan hak interpelasi. Tapi kondisinya sekarang pemerintah didukung koalisi besar sehingga DPR pun diam. Jadi tidak ada kontrol, sementara yang oposisi seperti Gerindra, PKS dan Demokrat juga tidak bisa berbuat apa-apa. Belum lagi sekarang baik akademisi, LSM seperti sudah terkooptasi juga oleh pemerintah. Makanya kalau mau dibikin seragam dan tidak ada kritik dan oposisi, tolong pemerintah amanah. Jangan sampai melakukan penyimpangan dan membuat blunder,” tegasnya lagi.
Jika ini terus berlanjut maka menurut Siti kondisi sosiacl unrest atau keresahan sosial yang kolektif akan sangat membahayakan. Kondisi ini menurutnya juga akan sangat mudah ditunggangi. ”Dalam aksi demo besar-besaran beberapa waktu lalu, kita sebenarnya bisa melihat bahwa masyarakat sudah resah. Ini tidak bisa dibiarkan karena bisa sewaktu-waktu meledak. Kondisi keresahan masyarakat akan sangat mudah dituggangi. Pemerintah harus mau melakukan komunikasi dua arah karena kita negara demokrasi. Kalau negara otoriter memang tidak perlu komunikasi, tidak perlu juga mendengarkan suara rakyat,” sindirnya.

Permintaan Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Ahok Kecewa

JAKARTA  - Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, Tri Moeljadi mengaku pihaknya masih kecewa karena tidak diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, terkait pandangan jaksa penuntut umum terhadap eksepsi terdakwa.


Pada saat itu permintaannya ditolak oleh Majelis Hakim Dwiyarso Budi Santiarto karena mengingat waktu yang ada.

"Dimana pun hak bicara terakhir ada pada terdakwa. Karena yang ingin kita sampaikan juga ringkas, ya sudahlah," kata Tri Moeljadi di Pengadilan Jakut, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Sebelumnya, setelah mendengarkan pembacaan pendapat JPU, Tri sempat ingin mengajukan tanggapan dari pendapat JPU. Namun, permintaannya tersebut ditolak oleh Majelis Hakim Dwiyarso Budi Santiarto‎.

"Setelah kami bermusyawarah, maka sidang pembacaan pendapat JPU sudah diatur dan mengikat maka kami akan menunda sidang ini untuk acara keputusan. Keberatan saudara (terdakwa) bisa kami catat di berita acara persidangan. Sidang kami tunda dan akan kami lanjutkan dengan agenda  putusan  pada Selasa (27/12/2016), dengan permintaan terdakwa tetap hadir," tutup Dwi.

sumber :teropongsenayan.com

Tolak Reklamasi, Kader PDIP Se-Jakut Kompak Dukung Anies-Sandi

JAKARTA  - Setelah mundur sebagai Bendahara DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jakarta Utara, Basry Banteng, mendukung paslon Gubernur dan Wagub DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.



Saat menyampaikan sambutan di acara "Relawan Bergerak!!!" di Jl Borobudur, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016), Basry menerangkan, mendukung Anies-Sandi karena satu-satunya calon yang tegas menolak reklamasi.
"Beda dengan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Dia promotor reklamasi," ujarnya.‎
Diketahui, PDI-P bersama tiga partai koalisi, mengusung Ahok pada Pilkada DKI 2017 dan dipasangkan dengan Djarot Saiful Hidayat.
Daeng Basry, sapaannya, lantas menceritakan pengalamannya tentang menolak reklamasi Jakarta.
Beberapa waktu lalu, sejumlah kader PDI-P Jakut bersama warga pesisir dan nelayan menyampaikan aspirasinya yang menentang pembangunan pulau buatan di utara ibukota itu.
Mereka juga telah mendatangi eks Ketua DPD PDI-P DKI, Boy Bernadi Sadikin, agar menginstruksikan kader banteng di DPRD menghentikan pembahasan dan menolak pengesahan dua raperda terkait reklamasi.
Bahkan, mereka juga sedikitnya empat kali menyambangi politisi PDIP di Kebon Sirih untuk menyampaikan aspirasinya.
"Akhirnya kami demo. Terbentuk beberapa elemen, bergerak. Teman-teman pesisir turun rutin," bebernya.
Basry menambahkan, bahwasanya sekira 50 persen kader PDI-P Jakut takkan mendukung Ahok-Djarot pada kontestasi politik lima tahunan tersebut. "Nanti, 15 Februari, juga 'rontok'," yakinnya.
Hingga kini, Basry bersama beberapa kader PDI-P Jakut masih sibuk 'bergerilya' ke sejumlah titik untuk menyosialisasikan Anies-Sandi. "Dalam waktu dekat akan kami deklarasikan," tandasnya. ‎

Sunday, December 18, 2016

Kekalahan Timnas: Kecewa Tapi Lega, Islam dan AlMaidah51 tak Jadi Olok-olokan Seperti Leg1



Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-2 dari Thailand pada pertandingan leg kedua Final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, tadi malam, Sabtu (17/12/2016). Sebelumnya pada leg 1 di stadion Pakansari Bogor, Indonesia menang 2-1 atas Thailand.

Skuad Garuda pun akhirnya gagal menjadi juara karena kalah agregat 2-3 dari Thailand.

Campur aduk rasanya, kecewa, bangga, tetapi lega. Bangga, karena paling tidak Timnas Indonesia masih bisa menjaga harga dirinya sebagai tim underdog di Asia Tenggara.  Kecewa, karena untuk kali ini kurang beruntung saja.

Tetapi merasa LEGA, karena Islam akhirnya bisa diselamatkan dari bulan-bulanan musuh-musuhnya.

Masih ingat Kemenangan di Leg pertama tempo hari? Islam dan ayat suci Al-Maidah menjadi olok-olokan.

Sebagaimana kita ketahui, mulut-mulut kotor dan otak-otak kotor mereka itu tentu tidak akan berlaku buat UU ITE.

Berikut komentar "LEGA" dari beberapa netizen:

Petahana Hatrick Pelanggaran, Tim Advokasi Anies-Sandiaga Pertanyakan Sikap Bawaslu

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi meminta Bawaslu tidak tutup mata terkait pelanggaran iklan kampanye yang dilakukan pasangan petahana Ahok-Djarot.
Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan pasangan nomor urut 2 ini mulai mengkhawatirkan. Karena terkesan meremehkan Bawaslu dan aturan main Pilkada.
"Perlu dicatat, bahwa kasus iklan ini bila ditambahkan dengan iklan televisi Djan Farid Paslon nomor 2 sudah 3 kali. Dan itu sudah kita laporkan semua ke Bawaslu," kata Yupen kepada TeropongSenayan, Jakarta, Sabtu (17/12/2016).
Diketahui, Tim advokasi pasangan Calon Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno hari ini kembali melaporkan kompetitornya ke Bawaslu terkait indikasi pelanggaran yang dilakukan pasangan petahana Ahok-Djarot.
Pasangan yang diusung partai penguasa PDIP itu disebut telah memasang sebuah iklan kegiatan kampanye, dzikir akbar di salah satu media cetak harian, edisi Rabu (14/12/2016) kemarin.
Iklan tersebut, dinilai berisi imbauan atau ajakan terkait rencana kegiatan dzikir akbar yang akan diselenggarakan pada Minggu (18/12/2016) akhir pekan ini.
Apalagi, dalam iklan tersebut lengkap dengan foto pasangan calon beserta tagline-nya.
Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi mengatakan, pelanggaran yang dilakukan oleh paslon Ahok-Djarot sudah sangat kelewatan.
Pasalnya, ini merupakan pelanggaran kampanye yang dilakukan pasangan petahana yang ketiga kalinya, mengingat sebelumnya pasangan Ahok-Djarot juga melakukan pelanggaran materi iklan di media sosial Facebook dan di sebuah televisi swasta.
"Kami menduga pelanggaran ini dilakukan dengan sengaja, dan jelas paslon Ahok-Djarot mengabaikan aturan Pilkada," katanya.
Yupen menjelaskan, bahwa pelanggaran yang dilakukan pasangan Ahok-Djarot telah melanggar UU No 10 pasal 65 ayat 1 dan 2 dan PKPU no 12 tahun 12 tentang iklan kampanye.
Dimana, kata dia, hal itu jelas melanggar ketentuan waktu, tempat kampanye, dan biaya kampanye, yang seharusnya ditetapkan KPU menggunakan APBD.
Karena itu, Yupen meminta agar Bawaslu DKI tegak lurus menjalankan aturan tanpa pandang bulu.
"Kami minta Bawaslu benar-benar menunjukkan intregitasnya dengan menjatuhkan sanksi yang tegas dan profesional," katanya.
Sebab, jika kasus ini dibiarkan tentu akan menjadi pembelajaran politik yang buruk bagi masyarakat.
"Siapapun yang melanggar harus menerima sanksi bahkan sanksi diskualifikasi," ucap Yupen.
Diketahui, sebelumnya kasus pelanggaran iklan pencitraan serupa juga melibatkan pasangan calon nomor urut nomor 2.
Tim Advokasi hukum Anies-Sandi juga sudah melayangkan surat pelaporan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta.
Bahkan, sebagai pihak pelapor juga sudah dipanggil oleh Baswalu untuk dimitai keterangan atas laporannya tersebut.
"Senin (7/11/2016) kami dipanggil Bawaslu, disana kami ditanya soal latar belakang atas laporan kami itu,"terang Yupen saat itu. 


Desak Tahan Ahok, FSI Siap Gelar "Aksi Lempar Jumroh"

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sejumlah aktivis Islam yang tergabung dalam Forum Syuhada Indonesia (FSI) mendesak aparat hukum menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Alasannya, Ahok saat ini telah menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama.
Panglima FSI, Diko Nugroho menegaskan, pihaknya tengah menggalang dukungan untuk menggelar 'aksi lempar jumroh' dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, aksi tersebut untuk mendesak pemerintah agar segera melakukan penahanan terhadap Ahok.
"Jiwa dan raga kami siap untuk merah putih dan agama Islam," ujar Diko saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016).
Diko mengatakan, aksi lempar jumroh merupakan rentetan gerakan bela umat Islam yang dilakukan beberapa kali sebelumnya.
"Lempar jumrah ini merupakan simbol pengusiran iblis, syetan-syetan yang kita maksud adalah mereka perusak, pemecah belah umat islam," jelasnya.
Kendati demikian, Diko belum bisa memastikan kapan aksi tersebut akan dilakukan. Ia hanya menegaskan pihaknya akan menentukan jadwal aksi pada tanggal 25 Desember 2016 besok.
"Setidaknya ada 17 organisasi Islam berbasis laskar siap bergabung. Nantinya saat aksi kita tidak akan membawa simbol atribut masing-masing. Jika nanti ada yang membawa atribut, kami siap bertanggung jawab," tandasnya.

Tuesday, December 6, 2016

KONSOLIDASI SPIRIT 212: SUBUH BERJAMAAH NASIONAL 1212



Mengingat kejadian aksi bela Islam III yang  sungguh luar biasa  di tanggal 2 Desember 2016 yang lalu sangat membekas dihati setiap muslim yang rindu akan kebesaran Islam dan persaudaraan umat Islam. Sehingga ada kerinduan untuk selalu bersama dalam meagungkan Asma Allah , Kitab Suci Alquran, dan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Momen 212 akan menjadi awal momentum kebangkitan Islam di
Indonesia untuk melawan semua kezaliman dan kemaksiatan yang sudah tampak di depan mata dan semakin merajalela. Berawal dari latar belakang dari fenomena yang ada GNPF _MUI  mengajak kaum muslimin untuk selalu menjaga spirit 212 didalam hatinya, dimulai dengan gerakan bangun shubuh karena sholat shubuh itu sangat penting untuk menjaga hati dari segala kemunafikan dan kefasikan. Maka ada gerakan kembali yang dinamakan #SPIRIT 212 dalam bentuk sholat shubuh berjamaah secara nasional. Berikut pengumuman resmi dari eleme GNPF -MUI.

KONSOLIDASI SPIRIT 212: SUBUH BERJAMAAH NASIONAL 1212

Subuh berjamaah Nasional. Berpusat di kota Bandung. Konsolidasi #Spirit212

1. Subuh

    berjamaah Nasional 12.12 (12 Desember 2016) terpusat di kota Bandung. Dihadiri oleh Habib Rizieq     dan ustadz Bachtiar Nasir.

2. Subuh berjamaah 12.12 serentak dilakukan di kota/kab seluruh Indonesia dipimpin oleh Ulama Ulama     setempat.

3. Dzikir doa dan tausiah untuk kemenangan pembela Al Quran dan menghukum penistanya.

sumber:
MEDIA CENTER GNPF MUI

Friday, December 2, 2016

Tiga Kemenangan Besar Di Aksi Super Damai 212

Aksi Bela Islam 3, yang juga disebut ‘Aksi Super Damai’ atau ‘Aksi 212’ ini, sukses terselenggara pada hari Jum’at (02/12). Aksi ini berhasil mengumpulkan jutaan orang dari seluruh penjuru Indonesia yang memenuhi area Monas dan beberapa ruas jalan utama di sekitarnya. Menurut pantauan GNPF-MUI, massa meluber hingga melewati Bundaran HI yang berjarak sekitar dua kilometer dari Monas.



Aksi 212 merupakan kelanjutan dari Aksi Bela Islam 2 yang digelar pada Jum’at (04/11) yang lampau, atau dikenal dengan sebutan ‘Aksi 411’. Tuntutan yang diajukan oleh para peserta aksi masih tetap sama, yaitu agar pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Basuki sebagai tersangka pada Rabu (14/11) silam, namun belum melakukan penahanan. Belum ditahannya Basuki menimbulkan kekecewaan dari banyak pihak, sehingga lahirlah Aksi 212.

Berbeda dengan Aksi 411 yang menggunakan format demonstrasi pada umumnya, Aksi 212 menggunakan pendekatan yang unik. Aksi Super Damai ini terdiri dari kegiatan shalawat, doa, dzikir, taushiyah, dan diakhiri dengan Shalat Jum’at bersama yang diikuti oleh seluruh peserta aksi.

Setidaknya ada tiga hal yang dipandang oleh masyarakat sebagai kemenangan besar dalam Aksi 212 ini.

Pertama, jumlah massa yang melampaui peserta Aksi 411. Jika Aksi 411 diperkirakan telah berhasil mengumpulkan dua setengah juta orang, maka Aksi 212 sebelumnya diperkirakan akan mampu mengumpulkan tiga juta peserta. Jumlah tiga juta itu, menurut Fahmi Salim, M.A., kandidat doktor dari Universitas Al-Azhar, Kairo, “…mengalahkan jumlah makmum pada Shalat Jum’at di Musim Haji.”

Meski angka tiga juta sudah tergolong fantastis, banyak pihak yang memperkirakan jumlah peserta Aksi 212 lebih banyak lagi. Laman situs Republika melansir bahwa berdasarkan perhitungan melalui aplikasi Google Earth, jumlah peserta Aksi 212 diperkirakan dua kali lipat dari Aksi 411.

Kemenangan kedua adalah keberhasilan panitia Aksi Super Damai untuk menggelar aksi yang benar-benar damai dan sejuk. Jika pada aksi demonstrasi umumnya peserta berdiri dan berjalan, maka pada aksi kali ini peserta lebih banyak duduk, berdoa, berdzikir dan mendengarkan taushiyah. Panitia aksi juga berhasil mencegah terjadinya provokasi dan penyusupan sehingga acara berlangsung secara kondusif.

Hal ini menepis prasangka bahwa seluruh rangkaian Aksi Bela Islam dilakukan untuk tujuan-tujuan politis, misalnya untuk kepentingan Pilkada DKI. “Dialah (Basuki-red.) yang sebenarnya mengganggu keutuhan NKRI dengan ucapannya. Sama sekali tak ada hubungan dengan Pilkada DKI,” ujar Dewan Pembina GNPF-MUI, Habib Rizieq Shihab.

Kemenangan ketiga adalah fakta bahwa semua pencapaian dalam Aksi 212 di atas terlaksana meski banyak hadangan. Aksi paling heroik ditunjukkan oleh para peserta aksi dari Ciamis, Jawa Barat. Sebanyak 700 orang yang terdiri dari para pemuda dan santri berangkat dari Ciamis dengan berjalan kaki karena ditengarai semua perusahaan bus telah dilarang menyewakan kendaraannya untuk Aksi 212.

Aksi long march dari Ciamis ini menuai banyak simpati di sepanjang perjalanan. Sambutan meriah diberikan oleh warga Bandung dan kafilah ini disambut langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pada Rabu (30/11) silam. Dalam perjalanan, jumlah peserta kafilah terus bertambah hingga menjadi tiga ribu orang. Bersimpati kepada kafilah Ciamis, ribuan warga Bogor pun berangkat dengan berjalan kaki pada hari Kamis (01/11) menuju Jakarta.

Di luar peserta aksi yang hadir dalam jumlah fantastis tersebut, sebenarnya masih banyak orang lain yang ingin menghadiri Aksi 212, namun dihalangi oleh berbagai cara. “Ada banyak peserta aksi dari Muhammadiyah yang dicegah untuk hadir dari berbagai daerah,” ujar Mashuri Mashuda, Koordinator Nasional Komando Kawal Al-Maidah (KOKAM).

Sebelumnya, pada Kamis (01/11) juga beredar kabar bahwa sejumlah bis yang sedianya akan ditumpangi oleh para santri Daarut Tauhiid (DT) Bandung membatalkan kesediaannya mengangkut peserta Aksi 212. Meski demikian, semua hal itu tidak menghalangi berkumpulnya jutaan masyarakat dalam Aksi Super Damai di Monas.

Oleh Akmal,  M.Pdi.

Ceramah Habib Rizieq: Penistaan Agama Adalah Penghancuran Terhadap NKRI

Jakarta, Aktual.com – Imam Besar Front Pembela Islam Habib Riezieq Shihab menjadi khatib jumat pada aksi bela islam III. dalam ceramahnya, Habib Riezieq berpesan kepada seluruh umat muslim Indonesia untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.

“Taqwa tidak lain adallah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, semata-mata hanya untuk mendapat ridho Allah,” ujar Riezieq, di silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
Ia mengingatkan kepada umat muslim bahwa senantiasa menjalankan perintah Allah dan RasulNya.
“Tancapkan dalam diri kita bahwa hukum Allah diatas segalanya. Tidak ada hukum yang lebih adil dari hukum Allah,” kata dia.
Dalam surat Al Maidah ayat 49 ayat Allah menyatakan berhukumlah dengan apa yang diturunkan oleh Allah, yakni dengan Al-quran.
Oleh karenanya Riezieq mengingatkan bahwa jangan coba mengolok-olok Al-Quran, karena bagi umat islam Al-Quran berada diatas segalanya.
“Al-quran merupakan jantungnya islam, jadi jangan coba mengolok-olok Al-Quran,” kata Riezieq
Pada sholat Jumat yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah menterinya ini, Riziqe mengatakan bahwa hadirnya jutaan umat muslim janganlah diartikan untuk merusak NKRI dan bukan untuk merusak pancasila.
“Saya sampaikan kepada ulama dan umara, khususnya kepada bapak Presiden bahwa mereka (Umat Islam) datang untuk membela Al-quran, mereka datang untuk membela agama, mereka datang untuk menegakan hukum, justru mereka datang karena cinta kepada NKRI, berdasarkan pancasilan dan UUD 45,” kata dia.
Riziqe menyampaikan kepada ulama, anggota DPR, dan Presiden Joko Widodo penegakan hukum harus menjamin setiap agama yang ada di Indonesia tidak boleh dinistakan.
“Siapapun manusianya yang menistakan agama apapun mereka harus ditahan, mereka harus ditangkap, mereka harus diseret ke pengadilan, dan harus dihukum yang berat,” tegas dia.
Pasalnya ia menegaskan, satu saja penista agama dibiarkan maka kedepan semua agama dengan mudah dapat dinistakan. Penistaan agama, lanjut Riziqe bukan keberagaman dan kebhinekaan.
“Penistaan agama adalah pelanggaran hukum, penghancuran NKRI, penghancuran Bhineka Tunggal Ika,” kata dia.
Terakhir, Riezieq mengajak umat muslim untuk menjaga NKRI dan menghormati seluruh agama yang ada di Indonesia.” Indonesia damai tanpa penista agama, indonesia damai tanpa liberalisme,” kata dia.

Aksi Bela Islam Diduga Disusupi Minuman Gelas Beracun


Jakarta- Jutaan massa dari peserta aksi telah disusupi puluhan kardus minuman gelas ale-ale dan jenis teh yang diduga telah sengaja diracuni untuk sabotase aksi Bela Islam Super damai.
Awal diketahui bermula diantara peserta aksi yang meminum minuman ringan tersebut (minuman gelas plastik kemasan) merasa aneh dan pahit. Lalu ditemukan sedikit isolatif bening di pinggiran gelas tersebut.

Ketika isolatif tersebut dicabut, seketika air dari dalam gelas plastik memancar keluar melalui lobang sebesar Jarum injeksi yang semula tertutup oleh isolatif tersebut.
Melihat kejanggalan itu, suasana menjadi heboh dan didapati pada gelas-gelas yang lain juga ditemukan lobang yang ditutupi isolatif bening. Diantara peserta aksi berspekulasi bahwa minuman itu sengaja disusupi untuk mempengaruhi emosional peserta aksi menjadi tak terkendali dengan harapan merusak aksi super damai.
Selanjutnya minuman gelas yang telah tersebar diantara massa aksi, ditarik kembali dan dibawa ke tim relawan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).
Oleh tim BSMI, langsung dilakukan uji lab sederhana, namun hasil sementara dipastikan cairan itu tidak tercemar kandungan Sianida dan Arsenik.
Lebih lanjut puluhan kardus minuman gelas itu diamankan sebagai barang bukti dan beberapa gelasnya disimpan sebagai sampel untuk uji lab yang lebih lanjut
“Hasil cek di lapangan, belum diketahui kandungan racunnya, namun dipastikan bukan Sianida dan Arsenik. Kita akan selidiki lebih lanjut kandungan mikrobiologi apa yang telah dimasukkan,” kata Bambang Edi yang merupakan bagian dari tim BSMI.
Melihat kejanggalan itu, suasana menjadi heboh dan didapati pada gelas-gelas yang lain juga ditemukan lobang yang ditutupi isolatif bening. Diantara peserta aksi berspekulasi bahwa minuman itu sengaja disusupi untuk mempengaruhi emosional peserta aksi menjadi tak terkendali dengan harapan merusak aksi super damai.
Selanjutnya minuman gelas yang telah tersebar diantara massa aksi, ditarik kembali dan dibawa ke tim relawan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).
Oleh tim BSMI, langsung dilakukan uji lab sederhana, namun hasil sementara dipastikan cairan itu tidak tercemar kandungan Sianida dan Arsenik.
Lebih lanjut puluhan kardus minuman gelas itu diamankan sebagai barang bukti dan beberapa gelasnya disimpan sebagai sampel untuk uji lab yang lebih lanjut
“Hasil cek di lapangan, belum diketahui kandungan racunnya, namun dipastikan bukan Sianida dan Arsenik. Kita akan selidiki lebih lanjut kandungan mikrobiologi apa yang telah dimasukkan,” kata Bambang Edi yang merupakan bagian dari tim BSMI.
sumber: actual.com

Thursday, December 1, 2016

ZIKIR MENGUKIR KAWASAN MONAS

Jakarta, Indonesia, 2 Desember 2016 –  Hujan gerimis yang mulai menyiram kawasan Monas, Jakarta Pusat, seakan berpacu dengan derai tangis umat yang mendengar doa mengharukan dari KH Arifin Ilham.  “Kita harus setiap hari membaca Al Qur’an, karena nanti Al Qur’an lah yang akan menjadi penolong kita,” ujar pemimpin Majelis Zikir Az Zikra, Sentul, tersebut.  Wakil Ketua MPR, Dr. Hidayat Nur Wahid, dari panggung yang sama menyatakan dengan lantang, “Orang yang menista Al Qur’an adalah orang yang mengancam keutuhan NKRI,” lanjutnya.



    Sebelumnya panggung sudah diisi dengan tausiyah dari Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, Wakil Ketua GNPF-MUI KH Zaitun Rasmin, dan pelantun nada-nada dakwah Opick. Suasana panggung menjadi semakin syahdu ketika lautan manusia itu melafazkan 10 ayat pertama Surat Al Kahfi yang dipimpin oleh Syaikh Ali Jaber, yang asli kelahiran Madinah. “Jangan diragukan kecintaan Syekh Ali Jaber kepada negeri ini, karena kecintaannya kepada Merah Putih, dan beliau sudah mempunyai paspor Indonesia,” ujar KH Zaitun Rasmin yang juga merangkap sebagai pembawa acara.

    Kawasan Jalan Sudirman sejak kawasan flyover Jl. Casablanca (KH Abdullah Syafii) di depan Hotel Le Meridien sudah dipenuhi jamaah yang mengalir menuju Monas. Di depan BNI ’46, arus kendaraan dialihkan menuju Hotel Shang-ri La atau Manggarai. Polisi menutup arus jalan kecuali bagi sebagian kecil motor dan mobil jamaah dari berbagai majelis yang memberikan berbagai jenis konsumsi dan air mineral secara gratis bagi peserta Aksi Super Damai 212.



Di depan perempatan Sarinah, seluruh kendaraan bermotor roda dua pun sudah tak diperbolehkan maju karena lautan massa yang semakin padat.   Sampai pukul 10.30 WIB baris-baris shaf jamaah Shalat Jum’at sudah melewati Hotel Indonesia di sebelah Selatan, dan melewati Masjid Istiqlal di sebelah Utara.   (02/PR/GNPF)