Wednesday, November 30, 2016

Persiapan aksi belas Islam 3 besok,2-12-16: Arahan Media Centre GNPF-MUI

AKSI BELA ISLAM ADALAH AKSI JAGA NKRI DAN NUSANTARA
YANG MENUNTUT KEADILAN MERUPAKAN PENJAGA NKRI YANG PALING SERIUS



Modal : 
ikhlaskan niat, taat komando, jaga ukhuwah.

Ajak saudara, teman, dan keluarga sebanyak-banyaknya untuk dapat menghadiri aksi 212 ini
Arahan Teknis GNPF-MUI :
1. Terdapat tiga Pintu masuk Utama area monas, dimana satu pintu arah Tenggara yang mengarah ke jalan Medan Merdeka Selatan atau menghadap ke arah Kedutaaan Besar Amerika ditujukan untuk pintu Akhwat.
2. Seluruh acara akan berlangsung di bawah komando panggung Utama dengan pengeras Suara yang akan tersebar
3. Posisi Akhwat, Orang tua di sarankan berada didalam monas
4. Yang perlu disuarakan selama aksi
- menyuarakan desakan utk  #TahanAhok serta diharapkan menyiapkan spanduk dan poster dengan isi yang sama. 

Info Umum :
1. Jalan Merdeka Barat akan ditutup. 
2. Jembatan penyebrangan di dekat Indosat akan di tutup
3. Tidak boleh ada jamaah di bagian tengah monas dan berbagai area taman yang ada. 
4. Terus waspada akan adanya upaya provokasi dan ancaman anarkistis. 
6.Tidak diperkenan kan untuk mobilisasi mobil komando lain selain Mobil resmi panitia GNPF-MUI 
7. Sepanjang thamrin sudirman ada 4 mobil pengeras Suara,  yang akan melakukan system relay agar terdengar.
8. Jika ada mobil komando dari ormas yang ingin berpartisipasi harus dalam koordinasi Panitia GNPF-MUI untuk didaftarkan pada hari Kamis bada magrib. 
11. Seluruh rangkaian acara akan berjalan berupa Sambutan para Tokoh,  tausiah serta menyuarakan tuntutan akan keadilan akan berlangsung mulai 08.00-11.42

Yang harus dibawa :

1. Makanan dan air minum
2. Sajadah
3. Air untuk wudhu (bawa botol mineral atau botol spray untuk memudahkan wudhu)
4. Jas Hujan
5. Kacamata apa aja
6. Masker
7. Odol berbentuk gel-yg mengandung banyak air (contoh : close up)
8. Obat-obatan Pribadi
9. Pakaian ganti, jika ingin membawa
10. AlQuran
11. Plastik sampah pribadi

                     





























Panduan Teknis Akhwat :
1. Akhwat masuk melalui pintu Tenggara dekat dengan stasiun Gambir 
arah Medan Merdeka Selatan di depan Gedung Kedutaan Amerika.
2. Akhwat di sarankan mengikuti seluruh rangkaian acara sampai dengan sholat Jum'at
3. Akhwat memakai pakaian baju Hitam dengan kerudung putih
4. Akhwat diperkenan membawa berbagai atribut aksi dengan tulisan yang tetap menyampaikan pesan yang kuat tentang
Penegakan hukum yang berkeadilan, menjaga persatuan ummat dan ketaatan akan kepemimpinan Ulama
5. Akhwat yang membawa kendaraan dapat parkir kendaraan di area Mesjid Istiqlal, lapangan benteng dan terjauh ke arah Kemayoran.
6. Seluruh area taman dan rumput di upayakan tidak dipakai utk ibadah.

Info lain-lain :

1. Jika area monas sdh tidak menampung Jamaah akhwat maka shaf akan diarahkan sampai ke area Tugu Tani
2. Titik Evakuasi Akhwa ke arah pintu Gambir darurat ke Utara menuju ke RSCM


Catatan
 :
1. Posko Medis dan Logistik : Lapangan IRTI
2. Pintu darurat : Pihak medis pemerintah : di titik2 medis dan ambulance dari pemerintah
3. Rute yg dari luar kota, dari Bannten turun di tomang terus ke harmoni, langsung veteran dan diturunkan ke istiqlal. 
4.Tempat parkir akan disekitar area Istiqlal dan Lapangan Banteng atau sampai titik terjauh di arah Kemayoran.
Satukan komando juga dengan Selalu like-comment-share dari akun resmi GNPF-MUI 

sumber : www.belaquran.com  Media centre  GNPF-MUI & citizen journalist report

Empati Warga Muslim Ciamis, Ribuan Umat Islam Bogor Akan Jalan Kaki Menuju Monas



MC-GMPF - Ribuan umat Islam Bogor Kamis (01/12/2016) pagi ini menggelar aksi jalan kaki menuju Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam 3, Jumat (02/12/2016) besok. Salah satu tujuan long march ini, kata Koordinator Aksi Ustadz Hasri Harahap, adalah sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Muslim Ciamis yang sebelumnya sudah melakukan aksi jalan kaki.

 “Dan tentunya harapan kita agar penista agama bisa ditangkap dan nanti tidak ada lagi yang berani melakukan hal yang sama,” tegasnya. Ia berharap, dengan aksi ini umat Islam semakin kompak dan bersatu.

Rencananya, aksi jalan kaki ini akan dikawal oleh pihak kepolisian Kota Bogor sampai perbatasan Kabupaten Bogor. Selanjutnya akan dilakukan estafet pengawalan oleh pihak kepolisian hingga Monas. Massa long march berkumpul di halaman Masjid Raya Bogor pada Kamis (01/12/2016) pagi. Massa dengan penuh semangat mengikuti aksi long march menuju Jakarta untuk Aksi Bela Islam 3 Jumat (02/12/2016) besok. Aksi berjalan kaki ini akan dimulai pada pukul 09.15 pagi dengan harapan sore atau malam hari nanti sudah sampai ke lokasi tujuan di lapangan Monumen Nasional (Monas). Aksi long march akan diiringi oleh mobil logistik dan ambulan.

Ustadz Hasri Harahap, mengatakan, acara ini diikuti para pemuda hingga orang tua. “Mereka semua ingin menunjukkan sikapnya menentang penistaan agama yang dilakukan Ahok,” ujar Ustadz Hasri  seperti dilansir Islamic News Agency (INA), Kamis (01/12/2016) pagi.

Perjalanan akan dimulai pada pukul 9.15 pagi ini. Titik kumpul di Gedung MUI Kota Bogor, Jl Padjajaran No 10 Kota Bogor. Rute perjalanan melalui Jalan Pemda Cibinong, Jalan Raya Bogor Jakarta, Margonda Depok, Pasar Minggu, Kalibata, Pancoran, Menteng, lalu menuju Monas, Jakarta Pusat.*

Reporter: Syaiful Falah/INA
[Media Center GNPF-MUI]


"Esensi Aksi Bela Islam 3" Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua GNPF-MUI)



Panggilan Aksi Bela Islam 3, Jumat, 2 Desember 2016 tak terbendung. Sejak aksi ini dideklarasikan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI),  penghadangan secara sistematis, terstruktur, dan masif dilancarkan oleh mereka yang tidak ingin Ummat Islam bersatu menyuarakan Keadilan Sosial dan Keadilan Hukum. Mulai dari tudingan politisasi hingga isu makar.

Semua tuduhan itu hanya isapan jempol belaka. Ummat Islam tidak percaya lagi dengan propaganda dan agenda setting semacam itu. Sebaliknya, ummat Islam semakin menguatkan ketaatan dan keterikatan kepada ulama dalam bingkai syariat. Itu terlihat pada aksi Bela Islam 2 dan berlanjut pada Aksi Bela Islam 3.

Melihat gejala Aksi Bela Islam 3 pada tanggal 2 Desember 2016  hakekatnya adalah gerakan ideologi soft Muslim People Power dalam bentuk aksi Super Damai yang digerakkan oleh kesamaan rasa akibat penistaan agama dan Kitab Suci Ummat Islam. Penistaan itu dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, khususnya atas Surat Al-Maidah 51. 

Namun, ini hanya gunung es. Gerakan Bela Islam yang mirip Apel Gabungan Ummat Islam Nasional bahkan Internasional merupakan akumulasi berbagai kasus Ketidakadilan Sosial Indonesia, terutama ummat Islam sebagai pihak yang sering tersudutkan dan ideologinya dinistakan.

Mereka sering tertuduh sebagai pihak yang tidak Nasionalis, Anti Pancasila, tidak pro pada Bhinneka Tunggal Ika, dan lain-lain. Ironisnya, hak-haknya sebagai rakyat kecil terpinggirkan demi kepentingan Pemodal Asing dan Aseng.

Karena itu, Aksi Bela Islam adalah gerakan murni akibat keraguan ummat Islam terhadap penegakan Supremasi Hukum oleh rezim saat ini. Hal itu terbukti dalam kasus penistaan agama oleh BTP, andai tidak ada Aksi Bela Islam 1 masyarakat pesimis Ahok akan diproses hukum, dan andai tidak ada Aksi Bela Islam 2 masyarakat juga pesimis Ahok akan diproses dengan tegas, cepat dan transparan.

Atas dasar lumpuhnya Keadilan Hukum dan Keadilan Sosial inilah maka Aksi Bela Islam 3 disambut secara heroik oleh masyarakat muslim khususnya.

Aksi Bela Islam bukan tanpa target. Selain menguatkan rasa dan barisan Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Islam) dan Ukhuwah Wathaniyah (Persaudaraan Nasionalisme), aksi ini bertujuan untuk mengokohkan Persatuan Ummat Islam yang membawa pada Persatuan Indonesia, mengokohkan Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan nilai-nilai UUD 1945 yang asli.

Yang tak kalah pentingnya juga, aksi ini menuntut Keadilan Sosial dan Keadilan Hukum bagi seluruh rakyat Indonesia serta melawan kekuatan Oligarki yang telah membuat Indonesia terjajah secara politik, ekonomi, sosial, dan hukum. Penjarakan Penista Agama secepatnya!

Konsep acara Aksi Bela Islam 3 adalah unjuk rasa Islami dan Syar’i, walau ada pihak yang berusaha menggembosi bahwa ini bukan unjuk rasa tapi Majelis Zikir dan Doa, namun TUNTUTAN PENJARAKAN PENISTA AGAMA ADALAH TUJUAN UTAMA.

Walau ada upaya pengaburan yang ingin berujung pada pengaburan tujuan utama aksi Super Damai 212, konsep acara 212 adalah konsep Super Damai yang sangat agung dan suci dimana ummat Islam mengadukan nasibnya kepada Allah SWT dalam bentuk zikir, doa, tausiah, dan shalat Jumat secara bersama-sama sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan sosial dan tumpulnya keadilan hukum bagi Pribumi dan terkesan menganakemaskan kaum pemodal Aseng dan Asing yang telah menyuap kaum oligarki elite politik Indonesia .

MERDEKA!!!

Jakarta 1 Des 2016

Bachtiar Nasir,
Ketua GNPF-MUI

__
Sumber: http://www.belaquran.com/2016/12/esensi-aksi-bela-islam-3.html

Tuesday, November 29, 2016

Perang Cyber Semakin Marak

Melihat Fenomena medsos di Indonesia saat ini adalah sangat memprihatinkan berbagai cara memfitnah
manghasut dengan menyebarkan berita palsu atau hoax terus berlanjut walau UU ITE  telah di revisi dan 
diterapkan mulai hari senin(28/11/2016) yang lalu akan tetapi penyebaran berita propaganda , bully dan 
sejenisnya semakin marak apalagi menjelang  demo aksi damai Islam 3 yang diadakan tangal 2 Desember 
2016 mendatang. 
Berbagai berita  yang disebarkan oleh akun tertentu  yang ditujukan untuk penggembosan aksi damai terus
berlanjut tapi kenyataannya berbanding terbalik dengan dunia nyata, malah semakin banyak peserta yang 
ambil bagian kegiatan 2 desember .



Monday, November 28, 2016

KESEPAKATAN GNPF MUI - KAPOLRI: Aksi Bela Islam III Tetap Digelar 2 Desember di Monas



JAKARTA - Setelah menggelar dialog yang difasilitatori MUI dan para Ulama seperti Aa Gym, tercapai kesepakatan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan GNPF MUI bahwa Aksi Bela Islam III tetap diadakan pada Jumat 2 Desember 2016 yang akan dilaksanakan di Lapangan Monas, bukan di Jalan Thamrin-Sudirman.



Habib Muhammad Rizieq Shihab membacakan 5 Kesepakatan dalam konpers yang digelar di kantor MUI yang dihadiri Ketua Umum MUI, Kapolri, Pimpinan GNPF MUI, Aa Gym, dan para ulama.

Berikut 5 Kesepakatan antara GNPF MUI dan Polri:

1. GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada hari Jumat 2 FDesember 2016 dalam bentuk Aksi Unjuk Rasa yang Super Damai berupa Aksi Ibadah Gelar Sajadah dengan tetap mengusung penuntutan aksi agar penistaan agama ditahan.

2. GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa Aksi Bela Islam III akan digelar Dzikir dan Doa untuk Keselamatan Negeri dari jam 08.00 sampai Sholat jumat di Monas, Juga akan diisi taushiah dari ulama dan umara.

3. GNPF MUI sepakat dengan Polri usai sholat Jumat para pimpinan GNPF untuk menyapa,
menyalami para peserta yang akan kembali ke daerah masing-masing. Yang waktunya habis Jumat sampai selesai pulang ke daerah masing-masing.

4. GNPF MUI sepakat dengan Polri perlunya dibentuk Tim Terpadu untuk pelaksanaan kegiatan Aksi 212.

5. Jika ada gerakan pada 2 Desember 2016 diluar kesepakatan ini, maka itu bukan bagian dari Aksi Bela Islam III dan GNPF MUI tidak bertanggungjawab dan pihak Polri yang akan menanganinya.

Tidak ada lagi himbauan-himbauan larangan untuk ikut Aksi 2 Desember, dan harus ditiadakan.

Termasuk tidak boleh juga ada himbauan untuk PO Bus untuk tidak boleh mengangkut peserta Aksi 2 Desember.

Demikian disampaikan Habib Rizieq yang mewakili GNPF MUI.

Posisi IMAM sholat Jumat di Tugu MONAS, jutaan makmum bisa meluber hingga SEMANGGI. Dihadiri ulama-ulama dan juga umaro.

Khotib Jumat: Ketua Umum MUI Almukarom KH Ma'ruf Amin.

AYO HADIRI AKSI BELA ISLAM III JUMAT 2 DESEMBER 2016 DI MONAS.

JADIKAN JUMATAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH INDONESIA.

TAKBIR !!!

Sumber: Live Tv One

Sunday, November 27, 2016

Tito Temui Elemen Aksi Bela Islam III, RDP Komisi III Batal

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunda agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, hari ini, Senin (28/11/2016).Alasannya, hari ini Tito akan menemui beberapa elemen yang akan menggelar Aksi Bela Islam III, pada 2 Desember mendatang. 

RDP III DPR RI dengan Kapolri, yang seharusnya berlangsung hari ini ditunda 5 Desember 2016. Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan surat permintaan penjadwalan waktu kembali yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Syafruddin No.B/5907/XI/2016 tanggal 27 November 2016.

Dijelaskan, penundaan tersebut karena Kapolri selain harus mendampingi presiden Jokowi ke beberapa wilayah. Di samping itu, pada hari ini Kapolri akan bertemu dengan beberapa elemen yang akan melakukan unjuk rasa Aksi Bela Islam III dan menggelar konperensi pers bersama. Sudah ada kesepakatan bahwa pihak kepolisian akan mengeluarkan izin dan memfasilitasi para peserta aksi, Sholat Jumat berjemaah pada 2 Deember. Namun, Sholat Jumat  dilakukan di Lapangan Monas dan sekitarnya, buka di jalan-jalan protokol.

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo tidak mempersalahkan penundaan RDP. Namun demikian, ia tetap akan mempertanyakan mengenai dugaan adanya gerakan makar pada demo aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Bamsoet sapaan akrabnya mengatakan pernyataan Kapolri bahwa ada gerakan makar pada demo,harus diminta penjelasan karena merupakan tuduhan yang seris.
"Kami tentu menyayangkan pertemuan komisi III DPR RI dengan Kapolri tersebut tertunda. Namun kami juga dapat memahami bahwa tugas-tugas mendesak yang harus diselesaikan Kapolri dalam rangka pengamanan unjuk rasa bela Islam III pada 2 Desember 2016 yang akan datang jauh lebih penting," kata Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo, Senin (28/11/2016).

Pengibaran Bendera Cina Langgar UU

Pengibaran bendera negara Republik Rakyat Cina (RRC) oleh PT Wanatiara Persada di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Jumat (25/11/2016) lalu, mendapat tanggapan dari DPR.

Selain soal pengibaran, yang juga dipersoalkan adalah ukuran bendera RRC yang lebih besar dari bendera merah putih.
Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, soal ukuran bendera RRC yang lebih besar dari bendera merah putih bertentangan dengan UU No 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta PP No 40 tahun 1958 tentang bendera kebangsaan Republik Indonesia.
"Ukuran bendera asing harus sama atau seimbang dan tiang yang sama tinggi. Apabila memang terbukti dilakukan dengan sengaja untuk melanggar aturan, itu artinya ancaman kedaulatan, dan kita musti tegas jika kedaulatan terusik. Saya juga mengapresisasi TNI AL yang segera bertindak cepat," kata Sukamta saat dihubungi, Jakarta, Senin (28/11/2016).
Sekretaris Fraksi PKS ini menambahkan, berdasar informasi dari Danrem Babullah Kolonel (Inf) Sachono, pengibaran bendera tersebut sudah mendapat semacam izin dari Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Bupati Halsel Bahrain Kasuba, dan Kapolres Halsel AKBP Z. Agus Binarto.
Dan hal itu diatur dalam PP No. 41 tahun 1958 tentang pengibaran bendera asing bahwa izin pengibaran bendera asing di daerah itu menjadi kewenangan pejabat daerah setempat, seperti Gubernur, Bupati dan Walikota.
Hal ini diatur dalam Pasal 1 ayat (3) Bendera kebangsaan asing dapat pula digunakan pada kesempatan-kesempatan lain dengan izin Kepala Daerah.
"Meskipun begitu, hal-hal menyangkut kedaulatan seperti ini sangat sensitif. Izin pengibaran bendera asing musti dilakukan dengan sangat hati-hati. Sebagaimana diatur pada Pasal 7, Kepala Daerah dapat melarang penggunaan bendera kebangsaan asing, apabila menurut dapat menyebabkan timbulnya gangguan ketertiban dan keamanan umum," tuturnya.
"Apalagi muncul dugaan dan suasana kebatinan di masyarakat bahwa seolah Indonesia mau dikuasai RRC. Dugaan ini muncul karena banyak proyek yang dilakukan bekerja sama dengan RRT. Kemudian tempo hari juga banyak ditemui tenaga kerja asing ilegal asal RRC di negara kita," tambahnya.

Start Pukul 8 Pagi, GNPF MUI Pastikan Aksi 212 Tetap di Jalan Sudirman-Thamrin‎

Panglima GNPF-MUI, ‎Munarman memastikan 'Aksi Bela Islam (ABI)' jilid III pada Jumat (2/11/2016) akan tetap dilakukan di sepanjang Jalan MH Thamrin- Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.‎

Hal itu disampaikan Munarman dalam acara Majelis Taqorrub di Masjid Baiturrahman, Menteng Atas, bertema 'Menuju Aksi Damai 212; Tegakkan Hukum Terhadap Penista Agama dan Pelindungnya, Makar ngga ya.???', di Masjid Baiturrahman, Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (27/11/16)‎.

Munarman menjelaskan, unjuk rasa yang akan diikuti jutaan umat Islam itu akan dimulai pada pukul 08.00 WIB pagi.
Setidaknya, kata dia, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan. Pertama, segera P 21-kan Ahok. Kedua, segera tahan Ahok di tahanan kejaksaan. Dan ketiga, segera limpahkan ke pengadilan.‎
Menurut Munarman, kasus penistaan agama ini merupakan latihan dari Allah SWT untuk menghadapi ujian yang lebih berat.
"Jadi, kalau mau naik kelas, umat Islam harus bersatu dan mengikuti perkataan dari ulama," katanya.(ris)

143 BEM Siap Ikut Aksi Bela Islam III

JAKARTA - Presiden Pemuda Asia Afrika, Beny Pramula memastikan, bahwa sebanyak 143 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai wilayah di Indonesia telah siap mengirimkan perwakilannya untuk ikut Aksi Bela Islam jilid III pada 2 Desember mendatang.
Mereka siap membanjiri pusat Ibu Kota Kota ‎Jakarta demi menuntut keadilan terkait kasus penistaan agama yang membelit Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Mereka siap bergabung dengan jutaan umat Islam demi tegaknya hukum dan keutuhan NKRI," kata Beny‎ dalam acara‎ Majelis Taqorrub di Masjid Baiturrahman, Menteng Atas, bertema 'Menuju Aksi Damai 212; Tegakkan Hukum Terhadap Penista Agama dan Pelindungnya, Makar ngga ya.???', di Masjid Baiturrahman, Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (27/11/16)‎.
Mestinya, kata dia, sebagai kepala Negara dan pemerintahan‎ Presiden Jokowi mengambil langkah-langkah strategis demi menyelesaikan kasus penistaan agama Ahok.
"Presiden kita seharusnya menjadi nahkoda kapal yang menentukan arah negara, bukan malah sibuk membela Ahok dengan kedok kebhinekaan," tegas Beny.
Menurut dia, bukan tidak mungkin nasib bangsa ini diujung tandung dan diambang kehancuran apabila pemimpinannya lemah tak berdaya dalam menyikapi kasus Ahok.
"Ingat, kepemipinan yang lemah akan mempengaruhi tegaknya hukum. Ketika hukum sulit ditegakkan, persatuan dan kesatuan akan runtuh sehingga intervensi asing akan sangat mudah mempengaruhi bangsa," tagas Beny. 

Restui Aksi Damai 212, JK: Tanpa Kritik, Negara Ini Tak Akan Berkembang

Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mengungkapkan pandangannya terkait dengan rencana aksi demonstrasi massa pada 2 Desember 2016 mendatang. Menurutnya, demonstrasi massa tak masalah dilakukan. Tapi dengan satu catatan, proses penyampaian pendapat di muka umum itu haruslah secara damai.


"Kalau ada koreksi atas suatu hal ya enggak apa-apa, asal damai. Sampaikan pandangan juga harus dengan damai, kita terima itu," ujar JK di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu 26 November 2016.

JK memahami bahwa suatu negara tanpa kritik dan saran dari masyarakat, tidak akan bisa berkembang. Sama halnya juga jika proses penyampaian kritik dan saran itu dengan kekerasan.

"Tanpa kiritikan dari masyarakat atau pandangan masyarakat, bangsa tidak berkembang. Tapi kalau dengan kekerasan, ya tentu negara ini akan alami kesulitan. Kita sendiri yang akan merasakannya," ungkap JK.

Karenanya, jalan terbaik, menurut JK, untuk menyampaikan kritik dan saran adalah dengan cara berdialog. Alasannya, dialog adalah wujud dari sebuah negara berdemokrasi.

"Ya tentu untuk dialog adalah satu hal yang baik. Kita sudah sering melakukan. Dialog kan memang inti suatu demokrasi," kata JK.

Friday, November 25, 2016

Komandan KOKAM: 1 JUTA WARGA MUHAMMADIYAH SIAP IKUT AKSI 212



JAKARTA - Berbagai halangan dan rintangan mencoba menghadang Aksi Bela Islam III pada Jumat mendatang, 2 Desember 2016.

Isu Makar, Gerakan Radikal, Fatwa Bidah Sholat Jumat di Jalan, Maklumat via Helikopter, PO Bis dilarang mengangkut peserta Aksi 212, dll.

Tapi apakah semua rintangan itu akan menyurutkan Kekuatan Umat? Insya Allah tidak.

Salah satu komponen yang akan membuat gelombang massa Aksi 212 tak terbendung adalah kesiapan warga Muhammadiyah ikut bersama Aksi 212.

Komanda KOKAM, Mashuri Mashuda menegaskan "SATU JUTA WARGA MUHAMMADIYAH SIAP IKUT AKSI 212".

Bahkan tadi malam telah berlangsung pertemuan antara GNPF MUI yang dipimpin Habib Rizieq Shihab bersilaturrahim ke PP Muhammadiyah terkait Aksi 212


"Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri rasul.

Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan.

Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan tidaklah mereka memberikan infak baik yang kecil maupun yang besar dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan," (QS At Taubah: 120-121)

Ya, tidak lah pantas mengaku muslim namun saat Islam dihina, Al Qur'an dihujat, ulama dilecehkan kita hanya diam saja.

"Labbayk ya Allah" Kami penuhi panggilan-Mu ya Allah.

ALLAHU AKBAR!!!..


80 Ribu Warga Israel Dievakuasi karena Kebakaran

Sekitar 80 ribu warga Israel diminta meninggalkan rumah mereka karena kebakaran menyebar di Haifa.

Dilansir dari BBC, Jumat (25/11), kebakaran terjadi setelah kemarau selama dua bulan dan semakin besar karena angin kencang. Kebakaran lahan juga mengancam rumah-rumah dekat Yerusalem dan Tepi Barat.

Kepala Polisi Israel Roni Alsheich mencurigai adanya pembakaran. PM Benjamin Netanyahu mengatakan jika benar serangan itu tergolong teror.
Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan mengatakan kepada Channel 10 TV, delapan orang telah ditahan. Dia mengatakan pembakaran diduga menyebabkan setengah dari kebakaran lahan.

Polisi menemukan bahan-bahan mudah terbakar dan cairan di sejumlah wilayah. "Kami perlu bersiap diri akan adanya jenis baru teror," ujarnya.

Media Israel melaporkan badan keamanan internal Shin Bet terlibat dalam penyelidikan.

Thursday, November 24, 2016

PENGGEMBOSAN SHALAT JUM'AT DI JALAN & KORUPSI DALIL ALA JIL



Oleh: Al Habib Muhammad Hanif Alatas
(Waketum DPP FMI)

Dalam menanggapi Jum'at Kubro Aksi Super Damai Bela Islam III, Aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal) DR. Abdul Muqsith Ghozali sebagaimana dikutip NU Online mengatakan bahwa; Madzhab Syafi’i di dalam kitab Al-Majemuk karya Imam An-Nawawi menegaskan bahwa shalat Jumat ini disyaratkan dilakukan di dalam sebuah bangunan meskipun terbuat dari batu, kayu, dan bahan material lain. Karenanya tidak sah melakukan ibadah Jumat di jalanan. Karena tidak sah, maka shalat Jumatnya harus diulang dengan melakukan shalat Zhuhur.

Kasihan sekali, karena terlalu semangat menggembosi Aksi Bela Islam III, tokoh liberal ini kebelinger dalam mengartikan ungkapan Imam an-Nawawi "Fi Abniyatin Mujtami'ah" dengan arti yang ia sebutkan di atas. Padahal, maksud dari ungkapan tersebut adalah; bahwa dalam Mazhab Syafi'i Sholat Jum'at harus didirikan di tengah wilayah pemukiman (desa/Kota) yang disitu ada sekumpulan bangunan (Abniyatin Mujtami'ah) sehingga tidak sah jika dilakukan ditengah padang pasir dsbnya, karena bukan merupakan wilayah pemukiman.

Karenanya, persis beberapa baris setelah ungkapan tersebut, masih dalam Kitab yang sama, bahkan juz dan halaman yang sama (4/501) dengan jelas dan terang benderang al-Imam an-Nawawi mengatakan:

قال الأصحاب : و لا يشترط إقامتها في مسجد و لكن تجوز في ساحة مكشوفة بشرط أن تكون داخلة في القرية أو البلدة معدودة في خطتها

"Al-Ashab (Para Ulama Mazhab Syafi'i) berkata: Mendirikan sholat Jum'at tidak disyaratkan harus di Masjid, akan tetapi boleh di tempat terbuka, dengan syarat tempat tersebut masih dalam wilayah desa atau kota."

Dan perlu dicatat, bahwa Para Ulama yang tergabung dalam GNPF MUI memilih solat Jum'at sepanjang Sudhirman - Thamrin bukan untuk cari sensasi! Namun pertimbangan itu lahir dari Pengalaman Aksi Bela Islam 411 bahwa MASJID ISTIQLAL sudah tidak muat menampung jutaan umat Islam yang membludak tumpah ruah datang dari berbagai daerah untuk bela agamanya yang DINISTA dan Kitab Sucinya yang DINODAI.

Selain itu, Aksi Bela Islam III Insya Allah akan dilaksanakan hari Jum'at dan dimulai dari Pagi, sehingga tidak mungkin JUTAAN Umat Islam yang sedang lakukan Aksi Super Damai ini melaksanakan Shalat Jum'at di tempat lain, sebab mengalihkan jutaan orang ke masjid yang tidak bisa menampung justru akan mengganggu KETERTIBAN UMUM.

Oleh karena itu, umat Islam WAJIB bersatu, Jangan Hiraukan penggembosan KAUM LIBERAL, yang hobi KORUPSI DALIL serta MANIPULASI HUJJAH.

Sumber: http://www.habibrizieq.com/2016/11/waspada-penggembosan-liberal.html

Sholat Jumat di Jalan & Penaklukan Konstantinopel



Membaca adanya pendapat bahwa sholat jumat di jalanan merupakan bid'ah, tidak sah, adakah praktek ini pernah dilakukan umat Islam sebelumnya. Yuk kita buka-buka buku sejarah Islam.

Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu

أَنَّهُمْ كَتَبُوْا إِلَى عُمَرَ يَسْأَلُوْنَهُ عَنِ الْجُمُعَةِ فَكَتَبَ: جَمِّعُوْا حَيْثُمَا كُنْتُمْ

Kaum muslimin pernah menulis surat kepada Khalifah ‘Umar bin Khatab menanyakan tentang shalat Jum’at. Lalu beliau menulis surat kepada mereka (yang isinya): ‘Lakukanlah shalat Jum’at di mana saja kalian berada. (Sanad hadits ini shahih)

Diriwayatkan pula dari Imam Malik, beliau berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ J فِيْ هذِهِ الْمِيَاهِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةِ يُجَمِّعُوْنَ.

"Dahulu para Sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di sekitar perairan ini, antara Makkah dan Madinah mereka melakukan shalat Jum’at."

Dan Tahukah anda?

Sholat Jumat termegah dan terpanjang pernah terjadi pada tahun 1453 dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih saat hendak menaklukan Konstantinopel.

Termegah karena sholat itu dilakukan di jalan menuju Konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 km dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Sholat jumat tesebut terjadi 1,5 KM di depan benteng Konstantinopel, dalam proses Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan yang kemudian mengakhiri sejarah Kekaisaran Kristen Byzantium dan menjadi cikal bakal Kekhalifahan Utsmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel merupakan pembuktian atas kabar gembira "Bisyarah" atau nubuwat yang disampaikan oleh Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam kepada sahabat sahabatnya, bahwa negara adidaya seperti Romawi akan dapat dikalahkan oleh kaum Muslimin.

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (H.R. Ahmad).

Hadits Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam tersebut akhirnya terbukti ratusan tahun kemudian. Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih, panglima muda yang memimpin pasukan dalam usia sekitar 23 tahun.

Dan penaklukan Konstantinopel diawali dengan shalat jumat terbesar dan termegah di jalanan dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 kilo meter dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Kisah selengkapnya bisa Anda baca di buku Felix Siauw:


Tuesday, November 22, 2016

Galang Dana Kampanye, Relawan Jual Tiket Nonton Film Bareng Ahok

Galang Dana Kampanye, Relawan Jual Tiket Nonton Film Bareng Ahok
Jakarta - Sebagai usaha untuk menggalang dana kampanye, relawan pasangan cagub-cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menjual tiket nonton film 3 Srikandi bersama Ahok. Relawan menyiapkan 1.100 tiket untuk dijual.

Gelar nonton bareng Ahok bakal berlangsung Kamis (24/11) besok pukul 18.00 WIB di Balai Sarbini. Film yang akan ditonton bersama yakni 3 Srikandi yang dibintangi oleh Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Chelsea Islan dan Tara Basro.

"Ini kita siapin 1.100 tiket. Nontonnya besok jam 18.00 WIB. Saat ini sudah kejual 500-an tiket," ujar relawan yang menjual tiket, Nando di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).

Galang Dana Kampanye, Relawan Jual Tiket Nonton Film Bareng AhokFoto: Niken Purnamasari/detikcom


Dalam pantauan detikcom, di stand penjualan tiket nonton film bersama Ahok tersebut nampak dipenuhi oleh pendukung yang ingin nonton bersama Ahok. Mereka bahkan membeli tiket dalam jumlah banyak yakni mulai dari 10 hingga 20 lembar. 

Harga satu tiket yakni Rp 25 ribu. Selain lewat tiket nonton film bareng, relawan rencananya juga akan menjual tiket makan malam bersama Ahok untuk menggalang dana kampanye.

Menaker:Himbau Buruh tidak ikut aksi damai 212

Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana melakukan mogok nasional pada 2 Desember 2016, dibarengkan dengan rencana aksi Bela Islam 3. Menanggapi hal itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meminta pekerja untuk tidak ikut demo atau melakukan mogok di perusahaan pada saat dinamika politik nasional sedang menghangat.

Hanif menilai, keterlibatan buruh dalam aksi tersebut hanya akan memperkeruh suasana politik yang malah merugikan buruh itu sendiri.

"Saya mengajak teman-teman buruh untuk fokus bekerja dan tidak usah ikut dalam politik yang sedang menghangat akhir-akhir ini. Enggak menyelesaikan masalah, malah bisa nambah keruh suasana. Dalam situasi seperti sekarang ini, semua pihak, termasuk serikat buruh, seyogyanya ikut menebarkan kesejukan, ketenangan dan kerukunan", kata Hanif dalam keterangan ktertulis yang diterima detikcom, Selasa (22/11/2016).

Menurut Hanif, pemerintah tidak 'alergi' dengan demonstrasi. Unjuk rasa maupun mogok adalah hak buruh. Meski demikian, pelaksanaan mogok dan unjuk rasa buruh harus sesuai koridor aturan yang ada.

Di samping itu, lanjut Hanif, perlu juga dipertimbangkan segi manfaatnya bagi buruh itu sendiri. Jangan sampai gerakan buruh justru merugikan buruh, yang justru membuat buruh malas berserikat.

"Mogok nasional itu enggak ada, yang ada adalah mogok di perusahaan. Tapi mogok sah dilakukan jika perundingan gagal. Jadi, saya minta tolong pimpinan buruh jangan mengada-ada. Jangan politisasi buruh untuk kepentingan lain di luar agenda buruh dalam hubungan industrial. Serikat buruh fokus saja pada isu-isu perburuhan," imbuhnya.

Hanif berharap, gerakan buruh terus menguat sebagai bagian strategi perjuangan meningkatkan kesejahteraan. Salah satu indikator menguatnya gerakan buruh adalah apabila jumlah buruh yang berserikat dan jumlah serikat buruh di perusahaan bertambah.

Masalahnya, data Ketenagakerjaan menunjukkan, terjadi penurunan jumlah buruh yang bergabung dalam serikat. Tiga tahun lalu jumlah buruh yang berserikat mencapai 4.3 jutaan. Tahun ini turun menjadi 2.7 jutaan.



Jumlah serikat buruh di perusahaan yang semula mencapai 14 ribuan, turun menjadi 7 ribuan. Sementara pada saat yang sama, jumlah federasi dan konfederasi serikat buruh terus bertambah yang menandai tingginya polarisasi dalam gerakan buruh. 

"Data tersebut cukup memprihatinkan. Ini perlu jadi perhatian bersama agar gerakan buruh makin kuat dan fokus," katanya.

Dikatakan Hanif, ada banyak faktor yang menjadi penyebab menurunnya partisipasi buruh dalam serikat dan berkurangnya jumlah serikat buruh dalam perusahaan. Boleh jadi, kata Hanif, salah satu penyebabnya adalah kuatnya tarikan politik dalam gerakan buruh yang akhirnya malah mendemoralisasi buruh itu sendiri.

"Buruh bisa terdemoralisasi dan malas berserikat kalau pimpinan serikat buruhnya sibuk berpolitik dan masuk ke isu-isu non-buruh. Saran saya, fokus sajalah ke agenda-agenda perburuhan. Jangan jadi 'palugada unions' alias 'serikat apa lu mau gua ada'. Kasihan pekerja atau buruh yang sudah bayar iuran ke serikat," katanya.

Menaker Hanif menambahkan bahwa penciptaan lapangan kerja hanya dimungkinkan apabila suasana politik kondusif. Oleh karenanya, ia mengajak serikat buruh dapat membantu menyejukkan suasana politik, sehingga yang sudah bekerja dapat nyaman bekerja dan yang belum bekerja bisa mendapatkan pekerjaan. 

Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua GNPF MUI): Aksi Bela Islam 3 Akan Mengajak Aparat Tersenyum Bersama Ummat

AKSI BELA ISLAM 3 Insya Allah SEJUK DAN DAMAI

1. Karena GNPF MUI hanya menuntut tersangka Ahok ditahan dan menjamin tidak ada misi lain.

2. Karena GNPF MUI akan meluruskan barisan agar tidak disusupi tindakan anarkis dan makar.

3. Karena GNPF MUI ingin NKRI dijaga dengan kebhinekaan yan subtantif bukan hanya di peragaan         yang bagian dalamnya melukai.

4. Karena GNPF MUI hanya ingin penegak hukum memerintahkan segera menangkap tersangka Penista Alquran sesuai yurisprudensi yang telah berlaku. (Yurisprudensi dimana dalam kasus-kasus sebelumnya semua tersangka penistaan agama langsung ditangkap)

5. Karena GNPF MUI hanya menuntut keadilan dengan cara sabar dan beradab.

6. Karena GNPF MUI masih mempercayai aparat bisa menegakkan keadilan.

7. Karena GNPF MUI akan melakukan aksi hanya hingga jam 18.00 WIB sesuai undang-undang.

8. Karena GNPF MUI akan mengajak aparat untuk tersenyum bersama ummat.

9. Karena GNPF MUI ingin semua pihak mengambil hikmah jangan lagi menista agama.

FPI: Tak Ada Demo 25 November, Apalagi Makar

Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ada kelompok tertentu berniat melakukan upaya tersembunyi untuk "menguasai DPR" pada aksi unjuk rasa 25 November 2016. Tindakan tersebut dinilai Tito sama dengan upaya makar.
Mengomentari hal tersebut, Sekjen DPP Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin, menegaskan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI tidak pernah merencanakan aksi demo 25 November 2016.
"Tanggal 25 kita tidak ada agenda apa pun, apalagi makar," kata Novel kepada Okezone, Selasa (22/11/2016).
GNPF MUI, terang Novel, memang memiliki agenda aksi damai 2 Desember 2016. Aksi tersebut juga disertai acara zikir, doa untuk bangsa, istigasah, serta merayakan bulan kelahiran Rasulullah.
"Kita hanya bikin aksi super damai tanggal 2 Desember. Kalau untuk menguasai DPR, bukan aksi kita," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menegaskan, unjuk rasa 2 Desember murni meminta keadilan dalam proses hukum penistaan agama dengan tersangka Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kita hanya minta Ahok harus ditahan seperti kasus penistaan agama lainnya," ucapnya.




Berdasarkan UU No.9 Tahun 1998 Pasal 18: Menghalangi Unjuk Rasa Adalah Perbuatan Pidana.


JAKARTA - Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) telah mengumumkan akan menggelar Aksi Bela Islam jilid III pada Jumat 2 Desember 2016 mendatang lantaran Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum juga ditahan seperti kasus-kasus penistaan agama yang lain.

Namun Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui konpers Senin (21/11) kemarin menyatakan Aksi 2 Desember 2016 dilarang karena disinyalir rencana aksi 2 Desember memiliki agenda terselubung. Polri menduga aksi tersebut berupaya menjatuhkan pemerintah sah sebab polisi sudah mengetahui adanya rapat-rapat terkait agenda politik untuk melakukan makar. Kapolri berjanji bertindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.
Pernyataan Kapolri ini mendapat kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya dari praktisi hukum.

Pengacara senior Mahendradatta, SH, MA, menyatakan perbuatan menghalang-halangi unjuk rasa merupakan perbuatan pidana berdasarkan pada Pasal 18 Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Saya cuma ingatkan perbuatan menghalang-halangi unjuk rasa itu perbuatan Pidana ya...  (Pasal 18 UU No 9/98). Pasal 10 (4) UU No 9/1998, tidak perlu pemberitahuan apalagi ijin untuk kegiatan Keagamaan. Jadi tidak usah dilarang-larang atau digembosi lah," tegas Mahendradatta di akun Twitter @mahendradatta.

Senada dengan Mahendradatta, pengacara muda Dusri Mulyadi melalui akun ‏@dusrimulya menegaskan:

"Kapolri harus tau ada Pasal 18 dalam UU No. 9 Tahun 1998, yaitu ancaman Pidana 1 Tahun bila menghalangi hak warga negara menyampaikan pendapat. Kalo ada yang bilang demo perlu Izin Polri sesuai Pasal 510 KUHP, suruh baca
Pasal 10 UU No. 9/1998."

Soal tudingan makar sebagai aksi tersembunyi demo 2 Desember, @dusrimulya menulis:

"Makar itu harus dibuktikan dengan ‘Perbuatan Permulaan’. . Ada gak Demo 2 Desember besok bawa senjata untuk Pemakzulan? Kan gak ada.."

Berikut kutipan...

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 9 TAHUN 1998
TENTANG
KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM

Pasal 18:
(1) Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan Undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) adalah kejahatan.